Home SirahMasa Terhentinya Wahyu

Masa Terhentinya Wahyu

Uzlah di Gua Hira, turunnya wahyu pertama, pertemuan dengan Malaikat Jibril, serta penjelasan Waraqah bin Naufal merupakan rangkaian peristiwa yang meneguhkan kerasulan beliau.

by Abu Umar
0 comments 8 views

Setelah wahyu pertama turun, wahyu kembali terhenti selama beberapa waktu. Menurut pendapat Imam Al-Baihaqi yang dinukil oleh Dr. Muhammad Ramadhan Al-Buthi dalam Fiqhus Sirah, masa terputusnya wahyu berlangsung sekitar enam bulan.

Masa penantian tersebut membuat Rasulullah ﷺ sangat merindukan datangnya kembali wahyu dari Allah. Kerinduan itu menunjukkan betapa besar kecintaan beliau terhadap petunjuk Allah dan amanah yang telah dipercayakan kepadanya.

Dalam Shahih Al-Bukhari terdapat sebuah riwayat yang menyebutkan bahwa pada masa terputusnya wahyu Rasulullah ﷺ pernah sangat bersedih hingga ingin menjatuhkan diri dari puncak gunung.

BACA JUGA: Dukungan Khadijah

Namun, setiap kali beliau hendak melakukannya, Malaikat Jibril menampakkan diri dan berkata,

“Wahai Muhammad, sungguh engkau adalah utusan Allah.”

Akan tetapi, para ulama berbeda pendapat mengenai tambahan riwayat tersebut. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah menilai kisah tersebut tidak sahih (dha’if) karena sanadnya tidak memenuhi syarat, di samping kandungannya bertentangan dengan kemuliaan, keteguhan, dan penjagaan Allah terhadap para nabi. Oleh karena itu, riwayat tersebut tidak dapat dijadikan landasan dalam menetapkan sifat atau keadaan Rasulullah ﷺ.

Penutup

Peristiwa diangkatnya Rasulullah Muhammad ﷺ sebagai rasul menunjukkan bahwa Allah mempersiapkan hamba pilihan-Nya dengan sebaik-baiknya sebelum memikul amanah dakwah. Uzlah di Gua Hira, turunnya wahyu pertama, pertemuan dengan Malaikat Jibril, serta penjelasan Waraqah bin Naufal merupakan rangkaian peristiwa yang meneguhkan kerasulan beliau.

BACA JUGA:  Renovasi Ka’bah

Dari kisah ini, kaum muslimin dapat mengambil pelajaran bahwa hati yang bersih, banyak bermuhasabah, dan dekat dengan Allah merupakan bekal penting dalam menjalankan amanah kehidupan. Selain itu, keadaan Rasulullah ﷺ yang ummi menjadi bukti yang semakin menguatkan bahwa Al-Qur’an benar-benar merupakan wahyu dari Allah, bukan hasil karya manusia.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang mencintai Rasulullah ﷺ, meneladani akhlaknya, serta istiqamah mengikuti petunjuk yang beliau bawa hingga akhir hayat. []

Sumber: The Great Story of Muhammad ﷺ : Referensi Lengkap Hidup Rasulullah ﷺ dari Sebelum Kelahiran hingga Detik-detik Terakhir / Penyusun: Ahmad Hatta, dkk. / Penerbit: Maghfirah Pustaka / Cetakan Keenam, September 2016 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119