Home KajianKedengkian: Api yang Membakar Kebaikan

Kedengkian: Api yang Membakar Kebaikan

Para ulama menjelaskan bahwa kedengkian merupakan salah satu buah dari penyakit iri hati (hasad), sedangkan iri hati lahir dari amarah dan ketidaksenangan terhadap nikmat yang dimiliki orang lain.

by Abu Umar
0 comments 273 views

Kedengkian adalah salah satu penyakit hati yang paling berbahaya, penghancur kehidupan manusia, baik secara individu maupun kolektif. Tidak ada kehidupan yang bisa tegak di atas pondasi kedengkian, karena sifat ini akan melahirkan permusuhan, perpecahan, dan hilangnya keberkahan. Sebagaimana kedengkian mampu menghancurkan pribadi seseorang, ia juga mampu memecah-belah kelompok, komunitas, bahkan umat secara keseluruhan.

Sejarah telah membuktikan hal ini. Kedengkianlah yang menghancurkan penduduk Madyan, dan kedengkian pula yang akan menghancurkan umat ini jika penyakit tersebut dibiarkan berkembang. Nabi Muhammad ﷺ telah memperingatkan: “Telah menyebar di kalangan kalian penyakit umat-umat sebelum kalian; kedengkian dan kebencian. Dia adalah pencukur, aku tidak mengatakan pencukur rambut, tetapi pencukur yang mencukur agama.” (HR. Tirmidzi, no. 2510)

Allah ﷻ juga menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa perpecahan sering kali lahir bukan karena kebodohan, tetapi karena kedengkian yang bercokol di hati: “Dan mereka (Ahli Kitab) tidak berpecah belah melainkan sesudah datangnya pengetahuan kepada mereka karena kedengkian antara mereka.” (QS. Asy-Syura: 14)

BACA JUGA:  5 Obat Hati yang Sakit

Akar dari Kedengkian

Para ulama menjelaskan bahwa kedengkian merupakan salah satu buah dari penyakit iri hati (hasad), sedangkan iri hati lahir dari amarah dan ketidaksenangan terhadap nikmat yang dimiliki orang lain. Imam Ibnul Qayyim رحمه الله menyebutkan bahwa orang yang dengki sejatinya menentang pembagian Allah terhadap rezeki dan karunia-Nya. Sebab, ia merasa keberatan jika Allah memberikan kebaikan kepada selain dirinya.

Imam Al-Ghazali رحمه الله berkata: “Hakikat kedengkian adalah berharap hilangnya nikmat dari orang lain, baik berpindah kepada dirinya maupun tidak.”
(Ihya’ Ulumuddin, 3/195)

Dengan demikian, kedengkian adalah cabang dari hasad, dan hasad adalah cabang dari amarah. Akarnya adalah penyakit hati yang serius, yang jika tidak diobati, akan melahirkan berbagai sifat tercela lainnya: fitnah, ghibah, adu domba, dan kebohongan.

Dampak Berbahaya Kedengkian

Rasulullah ﷺ bersabda: “Kedengkian memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Dawud no. 4903, Ibnu Majah no. 4210)

Hadis ini menegaskan bahwa seluruh amal kebaikan yang telah kita kumpulkan dengan susah payah bisa sirna karena kedengkian. Ibarat api yang menyambar kayu kering, amal shalih kita akan hangus tak bersisa jika hati dipenuhi hasad.

Obat Kedengkian

Para ulama salaf menekankan pentingnya mengobati kedengkian sebelum ia meracuni hati. Al-Fudhail bin ‘Iyadh رحمه الله berkata:

“Seorang mukmin itu tidak akan merasa senang bila saudaranya menderita.”

BACA JUGA:  Jangan Jadi Pendengki

Di antara cara mengobati kedengkian adalah:

1- Bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepada diri sendiri.

2- Mendoakan kebaikan bagi orang yang kita dengki.

3- Menyadari bahwa pembagian nikmat adalah ketetapan Allah yang sempurna dan adil.

4- Menghindari perbandingan yang tidak sehat dengan orang lain.

Kedengkian bukan hanya merusak hubungan antar manusia, tetapi juga memutus hubungan kita dengan Allah. Karena itu, membersihkan hati dari kedengkian adalah kewajiban setiap Muslim yang ingin menjaga keutuhan agamanya dan keselamatan amalnya.

Semoga Allah ﷻ membersihkan hati kita dari segala penyakit hati, termasuk kedengkian, dan menggantinya dengan cinta karena-Nya. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119