Home KajianTafsir Surah Quraisy

Tafsir Surah Quraisy

by Abu Umar
0 comments 161 views

Makkiyah · 4

لِاِيْلٰفِ قُرَيْشٍۙ ۝١

li’îlâfi quraîsy
Disebabkan oleh kebiasaan orang-orang Quraisy,

اٖلٰفِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاۤءِ وَالصَّيْفِۚ ۝٢

banner

îlâfihim riḫlatasy-syitâ’i wash-shaîf
(yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas (sehingga mendapatkan banyak keuntungan),

فَلْيَعْبُدُوْا رَبَّ هٰذَا الْبَيْتِۙ ۝٣

falya‘budû rabba hâdzal-baît
maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka‘bah)

الَّذِيْٓ اَطْعَمَهُمْ مِّنْ جُوْعٍ ەۙ وَّاٰمَنَهُمْ مِّنْ خَوْفٍࣖ ۝٤

alladzî ath‘amahum min jû‘iw wa âmanahum min khaûf
yang telah memberi mereka makanan untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa takut.

Surah Al-Quraisy merupakan surah ke-106. Surah ini berditi dari 4 ayat. Al Quraisy artinya “suku Quraisy”, Surah Al-Quraisy termasuk surah Makkiyah. Isi surah ini berkaitan tentang orang-orang Quraisy Dalam suatu bodis tentang orang-orang Quraisy, Nabi bersabda:

إن الله اصطفى من ولد إبْرَاهِيمَ إِسْمَاعِيلَ وَاصْطَفى من ولد إسماعيل بني كنانة واصطفى من بني كنانة قرَيْشًا وَاصْطَفَى مِنْ قُرَيْشٍ بَنِي هَاشِمٍ وَاصْطَفاني من بني هاشم

“Sesungguhnya Allah memilih Kinanah dari keturu nan, Ismail dan Allah memilih Quraisy dari keturu-nan Kinanah. Allah memilih Bani Hasyim dari ketu-runan Quraisy dan Allah memilih aku dari keturunan Bani Hasyim.

Penamaan Quraisy

Quraisy adalah kabilah yang paling mulia di Jazirah Arab. Merekalah kabilah yang diamanahi untuk mengatur beberapa urusan di kota Mekkah sehingga Allah mengkhususkan penyebutan mereka di dalam surah ini. Surah Al-Quraisy memiliki dua nama, yaitu surah Al-Quraisy itu sendiri dan surah li iilafi quraisy

BACA JUGA: Tafsir Surah Al-Ashr (3-Habis)

Sebagian ulama berpendapat bahwa surah Al-Fiil bersambung dengan surah Al-Quraisy. Arti-nya, ayat terakhir pada surah Al-Fiil langsung ber-sambung dengan ayat awal pada surah Al-Quraisy sehingga keduanya menjadi satu surah. Namun, mayoritas atau jumhur ulama berpendapat bahwa kedua surah tersebut merupakan surah yang ber beda. Hal ini dapat dijumpai pada mushaf Rasm Utsmani yang tersebar karena kedua surah tersebut dipisahkan dengan بسم الله الرحمن الرحيم yang selalu ada di awal surah. Meskipun kedua surah ini terpisah, namun secara kandungan makna kedua surah ini saling berkaitan.

لإيلاف قريش (1)

“Karena kebiasaan orang-orang Quraisy” (Q.5. Quraisy: 1)

Penjelasan Ayat

Seluruh suku Quraisy adalah keturunan النصر بن كنانة An-Nadhar bin Kinaanah Nadhar bin Kinaanah adalah kakek Nabi yang-13, karena nasab atau garis keturunan Nabi adalah sebagai berikut.

مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الله بن عبد المطلب بن هاشم بن عَبْدِ مَنَافِ بْنِ قُصَيْ بْنِ كِلابِ بْنِ مُرَّةَ بن كعب بن لؤي بن غالب بن فهر بن مالك بن النَّضْرِ بْنِ كِتَانَة بْنِ خُزَيْمَةَ بْنِ مُدْرِكَةَ بْنِ إِلْيَاسَ بْنِ مُصرَ بْنِ نَزَارِ بْنِ مُعَدَّ بْنِ عَدْنَانَ

Muhammad bin ‘Abdillah bin ‘Abdil Muththalib bin Hasyim bin ‘Abdi Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin Nadhar bin Kinaanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan

Ada juga yang berpendapat bahwa suku Quraisy merupakan keturunan Fihr bin Malik, kakek Nabi yang ke-12. Namun, Al-Qurthubi menguatkan pendapat yang pertama. Hal ini menunjukkan bahwa Quraisy adalah suku yang sangat besar Bahkan, ketika itu seluruh penghuni kota Mekkah merupakan orang-orang Quraisy.

Quraisy untuk berdagang saat musim dingin dan musim panas. Jika musim dingin, orang-orang Quraisy berdagang ke Yaman, sementara jika musim panas, mereka berniaga ke negeri Syam.

Makna ayat ini adalah Allah telah menghancurkan Tentara Gajah “karena Dia ingin menjaga persatuan orang-orang Quraisy”. Ayat ini juga dapat dimaknai Allah menghancurkan Tentara Gajah “agar kaum Quraisy tetap dapat menyatukan atau menggabungkan dua perjalanan mereka pada waktu musim dingin dan musim panas sehingga keduanya tidak terputus.”

Kedua perkara di atas dapat terjadi karena Allah memberi keamanan kepada mereka. Jika kemanan mereka dicabut Allah-misalnya, mereka di-kalahkan oleh pasukan bergajah-, mereka akan tercerai-berai seperti suku-suku Arab yang lain. Akibatnya, mereka tidak dapat menggabungkan dua perjalanan mereka.

ا لَفِهِمْ رِحْلَةَ الشَّتَاءِ وَالصَّيْفِ فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَذَا الْبَيْتِ )

“(2) (Yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas; (3) Maka hendaklah mereka menyembah mbah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka’bah).” (Q.S. Quraisy: 2-3)

Penjelasan Ayat

Allah telah memberi berbagai macam kenikmatan, menganugerahi ketena-ngan. Allah memberi keamanan, dan penghormatan dari kabilah-kabilah lain kepada orang-orang Quraisy. Maka, orang-orang Quraisy seharusnya menyembah pemilik Ka’bah saja, yaitu Allah.

الَّذِي أَطْعَمَهُم مِّن جُوعِ وَءَامَنَهُم مِّنْ خَوْفٍ )

“yang telah memberikan makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan.” (Q.S. Quraisy: 4)

Penjelasan Ayat

Inilah kenikmatan luar biasa yang diberikan Allah kepada orang-orang Quraisy. Mereka tidak pernah kelaparan di kota Mekkah, padahal kota

Mekkah tandus dan kering karena tidak ada tumbuhan, sungai, atau lautan. Namun, orang-orang Quraisy tidak pernah kelaparan.

Selain itu, mereka juga tidak ditimpa keta-kutan akan diganggu orang lain karena setiap orang menghormati Mekkah. Oleh sebab itu, siapa pun yang memasuki kota Mekkah akan merasa aman. Sesungguhnya, keamanan merupakan kenikmatan tersendiri. Bahkan, orang yang memiliki harta tetapi tidak aman, ia tidak akan dapat hidup dengan tenteram.

BACA JUGA: Tafsir Surah Al-Ashr (1)

Seseorang dikatakan tenteram jika kebutuhan duniawinya dan rasa aman terpenuhi. Oleh sebab itu, benarlah sabda Nabi:

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ مُعَافَى فِي جَسَدِهِ آمِنًا فِي سِرْبِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ له الدُّنْيا

“Barangsiapa di antara kamu masuk pada waktu pagi dalam keadaan sehat badannya, aman pada keluarganya, dan ia memiliki makanan pokoknya pada hari itu, seolah-olah seluruh dunia dikumpulkan untuknya.

Inilah hakikat ketenteraman. Sebuah negara yang tidak punya rasa aman di dalamnya akan menjadi kacau karena semua orang akan berani bertindak sesuka hatinya, main hakim sendiri, dan pemerintah pun tidak akan dihargai lagi.

Pada intinya, surah Al-Quraisy memberikan pelajaran, yaitu apabila seseorang diberikan kenikmatan dan kemudahan oleh Allah, ia hendaknya bersyukur kepada-Nya. Hal ini seperti pernyataan Allah kepada orang Kafir Quraisy bahwa mereka diberikan keamanan, kemudahan, dan rezeki sehingga Allah memerintahkan mereka untuk menyembah-Nya semata. []

Sumber: Tafsir Juz ‘Amma / Penulis: DR. Firanda Andirja, Lc, MA. / Cetakan Kelima, Februari 2023

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119