Home KajianTafsir Surah Al-Ashr (3-Habis)

Tafsir Surah Al-Ashr (3-Habis)

Barangsiapa yang bersabar, ia akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah. Seorang muslim hendaknya bersabar dan yakin bahwa musibah itu datangnya dan Allah.

by Abu Umar
0 comments 80 views

Luqman Al-Hakim pernah menasihati anaknya sebagaimana Allah berfirman:

يَسْنَى أَقِمِ الصَّلَوَةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَأَنْهَ عَنِ الْمُنكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمور ))

“Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhiah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar, dan bersabarlah ter-hadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” (Q.S. Luqman: 17)

Orang yang terjun dalam dunia dakwah harus bersiap menerima segala kritikan, bahkan gangguan Jika tidak ingin mendapat gangguan dan hidup tenang, ia tidak pantas dalam medan dakwah ini. Namun, menasihati itu ada berbagai macam bentuknya. Kita dapat menasihati dalam bentuk tulisan atau ceramah.

Tafsir Surah Al-Ashr (2)

Sementara itu, beramar ma’ruf nahi mungkar dengan kekerasan merupakan cara yang tidak baik sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian kelompok. Tahap kekerasan adalah urusan pemerintah Sementara itu, kita hendaknya menasihati dengan hujjah, bayan, nasihat yang yang sebaik-baiknya, dan berusaha bersikap lembut. Akan tetapi, ada saja sebagian manusia yang tidak menyukainya meskipun hal itu wajar.

Ketika seseorang berdakwah meskipun diperintahkan untuk berdakwah dengan sebaik-baiknya dan selembut-lembutnya hendaknya dakwah yang disampaikan merupakan sesuatu yang benar dan jangan berbasa-basi dalam kebenaran. la tidak mengikuti keinginan masyarakat, tetapi kebenaranlah yang diikutinya. la harus konsisten berada di atas kebenaran sehingga ia membutuhkan kesabaran.

BACA JUGA: Tafsir Surah Al-Ashr (1)

Oleh karena itulah, sabar merupakan sifat yang sangat agung. Dalam Alquran, Allah menyebutkan sabar sebagai salah satu penyebab masuk surga. Allah berfirman:

سَلَامُ عَلَيْكُم بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ ))

“(sambil mengucapkan), ‘Salamun ‘alaikum bima shabartum. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (Q.5. Ar-Ra’d: 24)

Dalam ayat yang lain, Allah berfirman

وَجَزَيْهُم بِمَا صَبَرُوا جَنَّةً وَحَرِيرًا

“Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran (dengan) surga dan (pakaian) sutra.” (Q.S. Al-Insan: 12)

Para ulama menjelaskan bahwa sabar terbagi menjadi tiga.

banner

Pertama sabat dalam menjalankan ketaatan kepada Allah.

Melakukan ketaatan membutuhkan kekuatan dan kesabaran Salat Subuh di masad membutuhkan kekuatan dan lesbaran untuk menahan kantuk Mem bangunkan anak-anak untuk salat perlu kesabaran. Allah berfirman

بلوة وأصطير عليها لا تمتلك رزقا من تورفك والعقبة التقوى ) ) وأمر أهلك بالصلوة

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Komilah yang memberi rezeki kepadamu. Don akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertokwa.” (Q.S. Thaha: 132)

Bahkan, para pelaku maksiat yang melakukan kemaksiatannya pun harus bersabat. Orang-orang musyrik pun harus bersabar jika ingin berbuat syirik.

Orang-orang kafir seperti pendeta atau misionais akan berkorban dengan masuk ke daerah pelosok untuk menyebarkan agamanya. Bahkan, mereka rela mengeluarkan hartanya untuk menghalangi kaum muslimin. Allah berfirman:

( إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ لِيَصُدُّوا عَن سَبِيلِ اللَّهِ … )

“Sesungguhnya orang-orang kafir menafkahkan harta mereka untuk meng halangi (orang) dari jalan Allah (QS. Al-Anfal: 36)

Allah juga berfirman tentang kesabaran kaum musyrikin:

وانطلق الملا منهم أن امْشُوا وَاصْبِرُوا عَلَى الهَتِكُمْ )

“Dan pergilah pemimpin-pemimpin mereka (seraya berkata): “Pergilah kamu dan tetaplah (menyembah) tuhan-tuhanmu, sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang dikehendaki…” (Q.S. Shad: 6)

Dalam ayat yang lain, Allah juga berfirman tentang perkataan kaum musyrikin:

إن كَادَ لَيُضِلُّنَا عَنْ وَالِهَتِنَا لَوْلَا أَن صَبَرْنَا عَلَيْهَا … ) )

“Sesungguhnya hampirlah ia (Muhammad) menyesatkan kita dari sembahan-sembahan kita, seandainya kita tidak sabar (menyembah) nya….” (QS. Al-Furqon: 42)

Perhatikanlah keadaan kaum musyrikin. Mereka membanggakan kesabarannya dalam berbuat kesyirikan. Perhatikan pula kesabaran orang-orang kafir dan pelaku maksiat. Pada zaman dahulu, berjalan di kampung-kampung dengan aurat yang terlihat menjadi hal yang sangat tabu dan tak pantas.

Akan tetapi, hal itu menjadi sesuatu yang lumrah pada saat ini. Hal itu karena kesabaran mereka untuk menunggu sehingga masyarakat di sekelilingnya mulai terbiasa melihat kemaksiatan mereka dan tidak ada lagi larangan. Padahal kesabaran mereka merupakan kesabaran yang mengan-tarkannya ke dalam neraka jahanam.

Kaum muslimin sudah seharusnya bersabar dalam menjalani ketaatan. Kesabarannya akan berbuah manis karena kelak Allah akan membalasnya dengan surga. Hidup ini hanya sementara dan singkat. Jika tidak bersabar dalam beribadah, kita tidak akan meraih istirahat yang abadi dan tidak ada kata istirahat hingga kaki kita menginjak surga.

Kedua, sabar dalam meninggalkan kemaksiatan.

Meninggalkan kemak-siatan bukanlah hal yang mudah. Melawan dorongan hawa nafsu merupakan hal yang sulit dan membutuhkan kesabaran. Padahal, manusia terkadang cenderung ingin mengikuti syahwat. Namun, jika mengikuti keinginan syahwat, ancamannya adalah neraka. Nabi bersabda:

حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ

“Surga itu diliputi perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa) dan neraka itu diliputi perkara-perkara yang disukai syahwat.” (1 H.R. Muslim No. 2822)

Menundukkan pandangan itu tidak mudah. Laki-laki normal pasti suka untuk memandangi perempuan cantik. Akan tetapi, kita diperintahkan Allah untuk menundukkan pandangan ketika melihat perempuan yang tidak halal. Allah berfirman:

قُل لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ

بِمَا يَصْنَعُونَ )

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (Q.S. An-Nūr: 30)

BACA JUGA: Tafsir Surah Al-Ashr (2)

Ketiga sabar tatkala ditimpa musibah.

Ditimpa musibah membutuhkan kesabaran yang luar biasa. Barangsiapa yang bersabar, ia akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah. Seorang muslim hendaknya bersabar dan yakin bahwa musibah itu datangnya dan Allah.

la meyakini bahwa semua diakibatkan oleh dosa-dosanya. Kemudian, ia yakin di balik musibah tersebut pasti ada hikmah la yakin bahwa Allah akan menggantikannya dengan sesuatu yang lebih baik. Dengan demikian, ia akan mendapat balasan berupa surga. Allah berfirman:

وَجَزَتْهُم بِمَا صَبَرُوا جَنَّةً وَحَرِيرًا (1)

“Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutra.” (QS. Al-Insan: 12) []

HABIS

Sumber: Tafsir Juz ‘Amma / Penulis: DR. Firanda Andirja, Lc, MA. / Cetakan Kelima, Februari 2023

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119