Home KajianTafsir Surah Al-Ashr (1)

Tafsir Surah Al-Ashr (1)

Sebagian ulama lain berpendapat alasan Allah bersumpah dengan waktu asar adalah ingin menunjukkan bahwa manusia tidak akan selamanya kuat dan sehat sebagaimana waktu muda.

by Abu Umar
0 comments 119 views

Al-‘Ashr
Makkiyah · 3

وَالْعَصْرِۙ ۝١
wal-‘ashr
Demi masa,

اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ ۝٢
innal-insâna lafî khusr
sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian,

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِࣖ ۝٣
illalladzîna âmanû wa ‘amilush-shâliḫâti wa tawâshau bil-ḫaqqi wa tawâshau bish-shabr
kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.

Surah Al-Ashr merupakan surah ke-103. Surah ini terdiri dari 3 ayat. Al-Ashr artinya “Masa atau “Waktu Surah Al-Ashr termasuk surah Makkiyah.

Pada bagian awal tafsirnya, Al-Hafidz Ibnu Katsir menyebutkan kisah pertemuan Amr bin Al-‘Aash dengan Musailimah Al-Kadzzab yang mengaku sebagai nabi. Pertemuan itu terjadi setelah Rasulullah diutus sebagai rasul dan sebelum ‘Amr masuk Islam. Musailimah bertanya kepada ‘Amr, “Apa yang telah diturunkan kepada sahabatmu selama ini?” Lalu, ‘Amr menjawab, “Sungguh, telah diturunkan kepadanya surah yang pendek, tapi padat.” Musailimah bertanya, “Surah apa itu?” Kemudian, Amr membacakan Surah Al-‘Ashr kepada Musailimah.

BACA JUGA:  

banner

3 Kandungan Surat Al-Ashr

Musailimah pun berpikir sejenak, kemudian berkata, “Telah diturunkan juga kepadaku seperti surah tersebut.” ‘Amr lalu bertanya kepadanya, “Apa itu?” Musailimah pun membacakannya:

يَا وَبْرُ يَا وَبْرُ، إِنَّمَا أَنْتَ أُذْنَانِ وَصَدْرُ وَسَائِرُكَ حَفْر نَقْرٍ

“Wahai marmut. Wahai marmut. Sungguh engkau hanyalah dua telinga dan dada. Dan sisa tubuhmu adalah lubang dan bolong.” Kemudian, Musailimah berkata, “Bagaimana pendapatmu, wahai ‘Amr?” Amr lalu menjawabnya,

وَاللَّهِ إِنَّكَ لَتَعْلَمُ أَنِّي أَعْلَمُ أَنَّكَ تَكْذِبُ

“Demi Allah, engkau pasti mengetahui bahwa aku tahu engkau ini sedang berdusta.”

Imam Ath-Thabrani menyebutkan riwayat dari ‘Abdullah bin Hafsh Abu Madinah, ia berkata:

كانَ الرَّجُلانِ مِنْ أَصْحَابِ النبي إذا الْتَقِيَا لَمْ يَفْتَرِنَا حَتَّى يَقْرَأُ أَحَدُهُمَا عَلَى الآخر : ” وَالْعَصْرِ إِنَّ الإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ ” ، ثُمَّ يُسَلَّمَ أَحَدُهُمَا عَلَى الْآخَرِ

“Apabila dua orang sahabat Nabi bertemu, mereka tidak akan berpisah hingga salah satunya di antara kedua orang tersebut membacakan Surah Al-Ashr sampai akhir untuk yang lain. Kemudian, salah satu dari kedua orang tersebut memberikan salam kepada yang lain.” (H.R. Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Awsath, 5: 215)

Kandungan Surah Al-Ashr

Karena kedalaman makna yang terkandung pada surah ini. Imam Asy-Syafi’i bahkan mengatakan:

لَوْ تَدَبَّرَ النَّاسُ هَذِهِ السُّورَةَ لَوَسِعَتُهُمْ

“Seandainya orang-orang men-tadabburi Surah Al-Ashr ini, surah ini akan mencukupi bagi mereka.” (Tafsir Ibnu Katsir 8/456)

Hubungan Surah Al-Ashr dengan Surah Sebelumnya

Para ulama mencari hubungan surah Al-Ashr dan surah At-Takaatsur. Surah at-Takaatsur menjelaskan salah satu penyebab seseorang terjerumus ke dalam neraka jahanam, yaitu sifat takaatsur atau berlomba-lomba untuk memperbanyak harta. Karena waktunya digunakan dan disibukkan untuk mencari perkara dunia yang tidak bermanfaat untuk akhiratnya, ia pun terjatuh dalam kerugian berupa azab kubur dan siksa neraka. Sementara itu, surah Al-‘Ashr menjelaskan bahwa manusia pada dasarnya berada dalam kerugian.

Topik utama surah Al-Ashr adalah Allah ingin menjelaskan bahwa semua manusia berada dalam kerugian. Agar dapat melepaskan diri dari dari kerugian itu, ia harus melakukan 4 hal: harus beriman, beramal saleh. saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran. Barangsiapa yang tidak melakukan keempat hal itu, ia akan ditimpa kerugian.

وَالْعَصْرِ )

“Demi masa.” (Q.S. Al-Ashr: 1)

Penjelasan Ayat

Para ulama berbeda pendapat ten-tang makna العصر Sebagian memahaminya sebagai waktu asar. Jadi, waktu yang dimaksud adalah sejak masuknya waktu asar dan berakhir ketika panjang bayangan seseorang dua kali panjang tubuhnya sebagaimana yang ada dalam hadis Jibril. Asar mempunyai dua waktu, yaitu waktu ikhtiyary dan waktu idhthiraru. Waktu ikhtivoro adalah wakil ketika seseorang tidak boleh salat Asar di luar waktu-kecuali ada halangan-dan waktu idhthirary (waktu darurat) adalah waktu ketika seseorang boleh mengerjakan salat Asar hingga terbenam matahari jika ada uzur.

Para ulama mengatakan bahwa Allah bersumpah dengan waktu asar karena pada waktu tersebut ada salat Asar yang sangat penting. Hal ini disebutkan secara khusus oleh Allah di dalam firman-Nya:

حَفِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَوَةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ ))

“Peliharalah semua salat(mu), dan (peliharalah) salat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam salatmu) dengan khusyuk.” (QS. Al-Baqarah: 238)

Allah memerintahkan para hambanya untuk menjaga salat wustha atau salat Asar karena banyak orang yang lalai darinya, terutama orang-orang yang kembali dari aktivitasnya dalam keadaan letih dan lelah. Akibatnya, salat Asar pun ditinggalkan atau dikerjakan tidak tepat waktu. Nabi juga memberikan peringatan kepada umatnya agar jangan sampai meninggalkan salat Asar. Beliau bersabda:

من ترك صلاة العَصْرِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ

“Barangsiapa meninggalkan salat Asar, terhapuslah amalannya.” (H.R. Bukhari No. 594)

Dalam hadis yang lain. Nabi juga bersabda:

مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّةَ

• “Barangsiapa yang mengerjakan salat bardain (salat Subuh dan Asar), ia akan masuk surga. ” (H.R Bukhari No. 574 dan Muslim No. 635)

Maksud dari salat pada dua waktu dingin tersebut ialah salat Subuh dan salat Asar Waktu subuh adalah waktu awalnya dingin pada pagi hari. sementara waktu asar adalah waktu dimulainya dingin menuju malam hari.

BACA JUGA: Surat Al-Baqarah, Tidak Akan Pernah Bisa Dihafal oleh Tukang Sihir

Sebagian ulama lain berpendapat alasan Allah bersumpah dengan waktu asar adalah ingin menunjukkan bahwa manusia tidak akan selamanya kuat dan sehat sebagaimana waktu muda. Suatu hari nanti, ia akan makin lemah dan akhirnya meninggal dunia. Hal ini seperti waktu asar tersebut ketika matahari mulai meredup dan makin lama menghilang, lalu digantikan oleh malam.

Mayoritas atau jumhur ulama berpendapat bahwa yang disebut العصر adalah “Masa” atau zaman secara umum. Allah bersumpah dengannya karena masa adalah tempat manusia beramal: ketika manusia akan menda-patkan keberuntungan dan/atau kerugian. la akan mendapatkan keberun-tungan jika beramal saleh, beriman, dan saling menasihati dalam kebaikan serta kesabaran. Akan tetapi, ia akan mendapatkan kerugian jika lalai. tidak beriman, dan tidak beramal saleh. []

BERSAMBUNG

Sumber: Tafsir Juz ‘Amma / Penulis: DR. Firanda Andirja, Lc, MA. / Cetakan Kelima, Februari 2023

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119