Home SirahKisah Bahira, Pendeta yang Melihat Ciri Kenabian (1)

Kisah Bahira, Pendeta yang Melihat Ciri Kenabian (1)

by Abu Umar
0 comments 167 views

Ibnu Ishaq menuturkan: Abu Thalib beserta rombongan dagang Quraisy menuju Syam. Ketika ia telah siap untuk berangkat, menurut sebagian ulama, Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam berkeinginan untuk ikut pergi bersamanya.

Abu Thalib tidak kuasa untuk meninggalkannya. Ia berkata, “Demi Allah aku harus membawanya pergi bersamaku. Ia tidak harus berpisah denganku dan aku tidak harus berpisah dengannya.”

Akhirnya Abu Thalib berangkat dengan membawa serta Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam.

BACA JUGA: Petunjuk Nabi sallallahu alaihi wa sallam dalam Tidur

Ketika rombongan bisnis Quraisy sampai di Busra, sebuah kawasan di Syam, ternyata di sana hidup seorang pendeta bernama Bahira sedang berada di rumah ibadahnya. Ia adalah sosok yang paling tahu tentang agama Kristen. Di rumah ibadah itulah dia hidup sebagai seorang pendeta, dan umat Nasrani mendapatkan ilmu dari rumah ibadah tersebut melalui sebuah kitab yang ada di dalamnya yang diwariskan secara turun temurun.

Pada tahun itu rombongan Quraisy berhenti di Bahira dimana sebelumnya mereka senantiasa melewatinya namun Bahira tidak pernah mau berbicara dan tidak mempedulikan mereka hingga tahun itu.

Tatkala rombongan berhenti di dekat rumah ibadah Bahira di tahun itu, ia membuatkan makanan yang banyak sekali untuk mereka. Pendeta Bahira melakukan itu semua, menurut sebagian besar ulama, karena ada sesuatu yang dia lihat saat berada di dalam rumah ibadahnya.

Ada pula yang mengatakan, ketika Bahira sedang berada dirumah ibadahnya, ia melihat Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam berada di tengah-tengah rombongan Quraisy sedangkan awan menaungi beliau di tengah mereka.

Ibnu Ishaq melanjutkan: Kemudian mereka berhenti di bawah rindang pohon dekat Bahira. Bahira melihat awan ketika pohon menaungi Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam dan ranting-ranting pohon merunduk luluh kepada beliau hingga Rasulullah bernaung di bawahnya. Saat Bahira menyaksikan peristiwa, ia keluar dari rumah ibadahnya dan menyuruh pembantunya membuat makanan.

Sedang ia sendiri pergi ke tempat rombongan bisnis Quraisy. Ia berkata kepada mereka: “Wahai orang-orang Quraisy, sungguh aku telah membuat makanan untuk kalian. Aku ingin kalian semua dari anak kecil, orang dewasa, budak, dan orang merdeka semuanya ikut hadir.”

BACA JUGA:  Zainab, Putri Nabi

Kemudian ada seseorang yang bertanya kepada Bahira, “Demi Allah wahai Bahira, betapa luar biasanya apa yang engkau lakukan kepada kami di hari ini, padahal sebelum ini kami sering sekali melewati tempat tinggalmu ini. Apa gerangan yang terjadi pada dirimu pada hari ini?”

Bahira pun menjawab, “Engkau tidaklah salah. Aku dulu memang persis seperti yang engkau utarakan. Namun kalian adalah tamu dan aku suka untuk menjamu kalian. Aku telah membuat makanan untuk kalian dan aku ingin semua menikmatinya.” []

BERSAMBUNG

Sumber: Al-Allamah Asy-Syaikh Al-Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Sirah Nabawiyah Sejarah Lengkap Kehidupan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wasallam, Ak-Armedia.

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119