Nabi Bacakan Ayat-ayat Al Qur’an kepada Suwaid bin Shamit
Suwaid mulai melantunkan apa yang dimiliki dan diketahuinya dengan rangkaian syair-syair yang sangat indah dan memikat perhatian.
Suwaid mulai melantunkan apa yang dimiliki dan diketahuinya dengan rangkaian syair-syair yang sangat indah dan memikat perhatian.
Tetapi, saking marahnya ia tidak mengenali suara itu. Ketika didekati, barulah ia sadar bahwa orang tersebut adalah Nabi.
Para ulama telah menjadikan dalil di atas sebagai adanya azab kubur di alam barzakh.
Namun, suatu hari pada bulan Rajab, ketika sedang melaksanakan rakaat kedua shalat di Masjid Bani Salamah, beliau menerima wahyu yang memerintahkan untuk…
Dan, Rasulullah pun berkata, 'Bilal, berdirilah engkau! Lantunkanlah azan!"
Lihatlah bagaimana seorang manusia yang paling mulia bersikap begitu indah kepada anak-anak.
Ibnu Umar semasa hidupnya hingga dikaruniai umur panjang, lebih dari 80 tahun, orang-orang fakir miskin mengenalnya sebagai orang yang sangat dermawan.
Nabi terperanjat. Beliau bertanya, “Mengapa tidak ada seorangpun yang memberitahukan hal itu kepadaku?”
Allah tidak melihat kepada mereka, tidak mensucikan dan mereka memperoleh siksa yang pedih.
Pelayan itu melanjutkan bacaan ayatnya, “Dan memaafkan (kesalahan) orang.” (Ali – Imran : 134).
Mereka menjawab, ‘Ya! Kami tidak pernah tahu dari dirimu selain kejujuran.’
Nabi terperanjat. Beliau bertanya, “Mengapa tidak ada seorangpun yang memberitahukan hal itu kepadaku?”