Hadist: Harta dan Ilmu, Dua Nikmat yang Patut Dicemburui
Hadis ini mengajarkan bahwa seorang Muslim seharusnya tidak sibuk menginginkan hilangnya nikmat orang lain. Sebaliknya, jadikan kelebihan mereka sebagai inspirasi untuk meningkatkan…
Hadis ini mengajarkan bahwa seorang Muslim seharusnya tidak sibuk menginginkan hilangnya nikmat orang lain. Sebaliknya, jadikan kelebihan mereka sebagai inspirasi untuk meningkatkan…
Setiap manusia pasti pernah merasakan kesedihan, kehilangan, kekecewaan, atau keadaan yang membuat hati terasa berat.
Jangan terburu-buru berputus asa ketika takdir tidak sesuai dengan keinginan. Tetaplah berikhtiar, perbaiki apa yang bisa diperbaiki, dan mintalah petunjuk kepada Allah.
Persaudaraan bukan berarti tidak pernah berselisih. Persaudaraan sejati terlihat ketika kita berusaha menyelesaikan perselisihan tanpa melupakan adab dan kasih sayang.
Nabi Yunus ‘alaihissalam tidak menjadi orang yang baru mengenal Allah ketika berada dalam kegelapan.
Jangan menjadi orang yang mudah melupakan kebaikan orang lain. Ingatlah orang-orang yang pernah membantu kita, lalu balaslah kebaikan mereka dengan kebaikan.
Nikmatilah dunia secukupnya, syukuri rezeki yang Allah berikan, dan jadikan setiap kenikmatan sebagai sarana untuk beribadah.
Rezeki yang halal mungkin tidak selalu membuat seseorang menjadi kaya.
Jangan terlalu sibuk menunggu hari esok, sementara bekal untuk akhirat belum kita siapkan.
Lebih berat lagi apabila seseorang bukan sekadar bertanya, tetapi membenarkan perkataan tukang ramal dan meyakini bahwa ia mengetahui perkara gaib.
Bersin mengajarkan kita untuk memuji Allah dan saling mendoakan. Menguap mengajarkan kita untuk menahan diri dan menjaga adab.