Rasa ingin mengetahui sesuatu yang belum terjadi terkadang membuat seseorang mencari jalan yang keliru. Ada yang mendatangi tukang ramal, paranormal, atau orang yang mengaku mengetahui perkara gaib untuk menanyakan nasib, jodoh, rezeki, masa depan, bahkan berbagai persoalan kehidupan.
Padahal, seorang Muslim wajib meyakini bahwa perkara gaib adalah sesuatu yang berada dalam ilmu Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Rasulullah ﷺ memberikan peringatan keras tentang perbuatan tersebut. Beliau bersabda:
مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ، لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً
“Barangsiapa mendatangi tukang ramal, lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka shalatnya tidak diterima selama empat puluh malam.” (HR. Muslim no. 2230)
BACA JUGA: Hadist: Allah Menyukai Bersin, tetapi Membenci Menguap
Hadis ini menunjukkan betapa seriusnya larangan mendatangi tukang ramal. Bahkan sekadar bertanya saja mendapatkan ancaman yang berat.
Lantas, apa maksud shalat tidak diterima selama 40 malam?
Para ulama menjelaskan bahwa hal tersebut bukan berarti seseorang boleh meninggalkan shalat selama 40 hari. Shalat tetap wajib dilaksanakan pada waktunya. Maksud tidak diterima adalah tidak mendapatkan pahala penerimaan amal tersebut, sebagai bentuk hukuman atas perbuatan yang dilakukan.
Karena itu, jangan sampai seseorang berpikir, “Kalau shalatku tidak diterima, untuk apa aku shalat?” Justru meninggalkan shalat akan menjadi dosa lainnya.
Lebih berat lagi apabila seseorang bukan sekadar bertanya, tetapi membenarkan perkataan tukang ramal dan meyakini bahwa ia mengetahui perkara gaib. Rasulullah ﷺ memberikan ancaman yang lebih keras terhadap hal tersebut.
BACA JUGA: Hadist: Ingatlah Allah di Saat Lapang, Niscaya Dia Mengingatmu Saat Susah
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ
“Katakanlah, tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara gaib kecuali Allah.” (QS. An-Naml: 65)
Maka, ketika penasaran dengan masa depan, jangan mencari jawaban kepada tukang ramal. Ketika menghadapi kegelisahan tentang rezeki, jodoh, atau kehidupan, kembalilah kepada Allah dengan doa, istikharah, tawakal, dan ikhtiar yang benar.
Masa depan adalah perkara gaib. Kita tidak perlu mengetahuinya sebelum waktunya. Cukuplah kita mempersiapkan diri dengan iman dan amal saleh untuk menghadapinya. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

