Home HadistHadist: Hina dan Rendahnya Dunia

Hadist: Hina dan Rendahnya Dunia

Nikmatilah dunia secukupnya, syukuri rezeki yang Allah berikan, dan jadikan setiap kenikmatan sebagai sarana untuk beribadah.

by Abu Umar
0 comments 4 views

Manusia sering kali menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk mengejar dunia. Kita bekerja keras mengumpulkan harta, membangun rumah, membeli berbagai kebutuhan, dan berusaha menikmati makanan terbaik. Namun, pernahkah kita merenungkan ke mana semua kenikmatan itu akhirnya akan bermuara?

Dari Dhahhak bin Sufyan Al-Kullabi radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ pernah bertanya kepadanya,

يا ضَحَّاكُ ! ما طعامُك ؟ قال : يا رسولَ اللهِ ! اللحمُ واللبنُ قال : ثم يصيرُ إلى ماذا ؟ قال : إلى ما قد علمتَ قال : فإنَّ اللهَ تعالى ضرب ما يخرجُ من ابنِ آدمَ مَثَلًا للدُّنيا

“Wahai Dhahhak, apa yang biasanya kamu makan?”

Dhahhak menjawab, “Daging dan susu, wahai Rasulullah.”

BACA JUGA:  Hadist: Amal Itu Tergantung pada Akhirnya

Kemudian Rasulullah ﷺ bertanya, “Lalu, makanan itu akan menjadi apa?”

Dhahhak menjawab, “Menjadi sesuatu yang telah engkau ketahui.”

Rasulullah ﷺ kemudian bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala menjadikan sesuatu yang keluar dari tubuh manusia sebagai perumpamaan bagi dunia.” (HR. Ahmad no. 15747, dishahihkan Al-Albani dalam Shahih At-Targhib no. 3242).

Hadis ini mengajak kita merenungkan hakikat kenikmatan dunia. Makanan yang lezat, minuman yang menyegarkan, dan berbagai kesenangan yang kita nikmati pada akhirnya akan berlalu. Apa yang dahulu terasa nikmat, setelah masuk ke dalam tubuh akan berubah menjadi sesuatu yang tidak lagi kita inginkan.

Begitulah dunia. Sesuatu yang begitu kita banggakan hari ini, suatu saat akan kita tinggalkan. Harta yang dikumpulkan dengan susah payah akan berpindah tangan. Rumah yang dibangun dengan penuh kebanggaan akan ditempati orang lain. Bahkan tubuh yang kita rawat dengan berbagai cara pun akan kembali menjadi tanah.

BACA JUGA:  Hadist: Penghasilan Terbaik

Bukan berarti kita harus membenci dunia atau meninggalkan usaha untuk mendapatkan rezeki. Islam justru mengajarkan kita untuk mencari harta yang halal dan memanfaatkannya dalam kebaikan. Namun, jangan sampai dunia memenuhi hati hingga kita melupakan kehidupan akhirat.

Saudaraku, jangan tertipu oleh sesuatu yang hanya sementara. Nikmatilah dunia secukupnya, syukuri rezeki yang Allah berikan, dan jadikan setiap kenikmatan sebagai sarana untuk beribadah.

Sebab, dunia yang kita kejar pada akhirnya akan kita tinggalkan, sedangkan amal saleh akan menjadi bekal ketika kita kembali menghadap Allah.

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119