Ada saat-saat ketika hidup terasa begitu mudah.
Rezeki cukup.
Tubuh sehat.
Keluarga baik-baik saja.
Urusan berjalan lancar.
Pada saat seperti itu, sering kali kita merasa tidak terlalu membutuhkan doa.
Kita baru benar-benar menengadahkan tangan ketika masalah datang, ketika pintu-pintu terasa tertutup, dan ketika tidak ada lagi tempat untuk bergantung.
Padahal, justru masa lapang adalah waktu terbaik untuk memperbanyak doa dan mengingat Allah.
BACA JUGA: Hadist: Penghasilan Terbaik
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَن سرَّه أن يَستَجيبَ اللهُ له عند الشَّدائدِ والكُربِ فليُكثِرِ الدُّعاءَ في الرَّخاءِ.
“Siapa yang ingin Allah mengabulkan doanya ketika dalam kesulitan dan kesusahan, maka hendaklah dia memperbanyak doa ketika dalam keadaan lapang.” (HR. Tirmidzi no. 3382, hasan)
Jangan hanya mengenal Allah ketika sedang membutuhkan pertolongan.
Kenalilah Allah ketika kita sedang sehat, agar hati tetap dekat kepada-Nya ketika sakit.
Berdoalah ketika rezeki sedang luas, agar kita tidak menjadi orang yang hanya mengingat Allah ketika kesempitan.
Perbanyaklah istighfar ketika hidup terasa tenang, agar lisan kita terbiasa berdzikir ketika musibah datang.
Adh-Dhahhak bin Qais رحمه الله berkata:
اذكروا الله في الرخاء يذكركم في الشدة، إن يونس عليه الصلاة والسلام كان يذكر الله تعالى، فلما وقع في بطن الحوت قال الله تعالى
“Ingatlah Allah di saat keadaan senang, niscaya Allah akan mengingat kalian ketika keadaan susah. Sesungguhnya Nabi Yunus ‘alaihissalam dahulu selalu mengingat Allah. Maka ketika beliau berada di dalam perut ikan…”
Nabi Yunus ‘alaihissalam tidak menjadi orang yang baru mengenal Allah ketika berada dalam kegelapan.
Beliau telah menjadi hamba yang mengingat Allah sebelumnya.
BACA JUGA: Hadist: Hina dan Rendahnya Dunia
Karena itu, ketika berada dalam perut ikan, beliau berdoa:
لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
“Tidak ada sesembahan yang benar selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.” (Al-Anbiya: 87).
Saudaraku, jangan tunggu kesulitan untuk kembali kepada Allah.
Jangan tunggu sakit untuk memperbanyak doa.
Jangan tunggu kehilangan untuk mengenal arti syukur.
Ingatlah Allah ketika lapang, maka semoga Allah menolong kita ketika sempit.
Sebab hati yang terbiasa mengetuk pintu langit ketika bahagia, tidak akan asing ketika harus mengetuknya dalam tangis dan kesulitan. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

