Mujahadah (Bersungguh-sungguh Melawan Hawa Nafsu)
Bagi orang yang lemah dalam mengendalikan dirinya—karena kelemahan tabiat manusia—maka mujahadah ini harus terus berlangsung hingga ruh berpisah dari jasad.
Bagi orang yang lemah dalam mengendalikan dirinya—karena kelemahan tabiat manusia—maka mujahadah ini harus terus berlangsung hingga ruh berpisah dari jasad.
Setiap langkah dalam mengenal-Nya adalah kemuliaan, dan setiap peningkatan dalam ma’rifat adalah derajat yang ditinggikan di sisi-Nya.
Dari nasihat ini, kita belajar bahwa ketenangan bukan datang dari banyaknya harta, tetapi dari kuatnya keyakinan.
Muhasabahlah diri kita. Jangan sampai hidup dipenuhi nikmat, tetapi hati tetap merasa kurang.
Pertanyaan-pertanyaan ini bukan untuk membuat kita putus asa, tetapi untuk membuka mata hati.
Pertanyaan-pertanyaan ini bukan untuk dijawab dengan lisan, tetapi direnungkan dengan hati yang jujur.
Dekat dengan Al-Qur’an (baca, pahami, tadabbur), Jaga dzikir dan ibadah harian.
Hidup bukan sekadar tentang menikmati masa muda atau mengejar kebahagiaan duniawi.
Penting bagi setiap Muslim untuk jujur pada dirinya sendiri. Jika memang bukan ahlinya, maka tidak mengapa untuk menolak amanah tersebut
Saudaraku, keselamatan agama lebih berharga daripada kenikmatan sesaat.
Tidak ada manusia—baik orang saleh maupun orang jahat—yang mampu mewujudkan seluruh angan-angannya.
Banyak manusia justru bangga dengan dosanya, tertawa dalam maksiat, dan menunda taubat seolah ajal masih panjang.