Home MuhasabahLalai dari 3 Nikmat Ini

Lalai dari 3 Nikmat Ini

Muhasabahlah diri kita. Jangan sampai hidup dipenuhi nikmat, tetapi hati tetap merasa kurang.

by Abu Umar
0 comments 76 views

Dalam perjalanan hidup seorang Muslim, sering kali kita terjebak dalam kelalaian terhadap nikmat yang Allah ﷻ berikan. Kita lebih mudah mengingat kekurangan daripada menyadari karunia yang telah ada.

Padahal, para ulama telah mengingatkan bahwa nikmat itu tidak selalu tampak dalam bentuk yang kita sadari. Ibnul Qayyim رحمه الله menjelaskan bahwa manusia sering lalai dari tiga jenis nikmat yang sejatinya mengelilingi kehidupannya.

BACA JUGA:  Syukurilah Nikmat yang Diberikan padamu

Pertama, nikmat yang nampak di mata hamba.

Ini adalah segala bentuk karunia yang jelas terlihat, seperti kesehatan, keluarga, rezeki, dan keamanan. Nikmat ini sering kali justru paling mudah dilupakan karena dianggap sebagai sesuatu yang biasa. Ketika tubuh sehat, kita jarang bersyukur.

Namun saat sakit datang, barulah kita menyadari betapa besar nilai kesehatan itu. Inilah bentuk kelalaian yang paling sering terjadi: melihat, tetapi tidak benar-benar menyadari.

Kedua, nikmat yang diharapkan kehadirannya.

Setiap manusia memiliki harapan—rezeki yang lebih luas, keturunan, kesuksesan, atau ketenangan hati. Nikmat jenis ini mengajarkan kita tentang husnuzan (berprasangka baik) kepada Allah. Harapan bukan sekadar angan, tetapi harus diiringi dengan ketaatan dan usaha.

Ketika seorang hamba terus beribadah dan berharap kepada Allah, maka harapan itu sendiri sudah menjadi nikmat, karena ia menghubungkan hati dengan Rabb-nya.

Ketiga, nikmat yang tidak dirasakan.

Ini adalah nikmat yang paling halus dan sering terlewatkan. Bisa jadi seseorang hidup dalam kondisi yang penuh kebaikan, namun hatinya tidak merasakannya.

Ia tidak menyadari bahwa dirinya sedang dijaga dari keburukan, dijauhkan dari musibah, atau diberikan ketenangan yang tidak dimiliki orang lain. Ketidakpekaan ini adalah bentuk kelalaian yang lebih dalam, karena nikmat itu ada, tetapi hati tidak hidup untuk merasakannya.

BACA JUGA:  Nikmatnya Mengendalikan Nafsu

Doa yang dinukil oleh Ibnul Qayyim mengajarkan kita untuk memohon tiga hal: diberikan nikmat, dimudahkan untuk mensyukurinya, dan disadarkan atas nikmat yang tidak terasa. Inilah kunci kebahagiaan sejati. Bukan sekadar memiliki banyak nikmat, tetapi mampu menyadari dan mensyukurinya.

Maka, muhasabahlah diri kita. Jangan sampai hidup dipenuhi nikmat, tetapi hati tetap merasa kurang. Karena hakikat kekayaan bukan pada banyaknya yang dimiliki, melainkan pada hati yang pandai bersyukur. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119