Home IbadahWitir, Shalat Penutup Malam yang Dicintai Allah

Witir, Shalat Penutup Malam yang Dicintai Allah

Bagi seseorang yang khawatir tidak dapat bangun pada akhir malam, ia dapat mengerjakan witir sebelum tidur.

by Abu Umar
0 comments 6 views

Di antara ibadah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan seorang Muslim pada malam hari adalah shalat witir. Shalat ini memiliki keutamaan yang besar karena dikerjakan sebagai penutup shalat malam. Bahkan, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa Allah menyukai sesuatu yang ganjil.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ

“Sesungguhnya Allah itu Witr dan menyukai yang witr (ganjil).” (HR. Bukhari no. 6410 dan Muslim no. 2677)

Kata witr bermakna ganjil. Karena itu, shalat witir dikerjakan dengan jumlah rakaat yang ganjil. Shalat ini menjadi salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan dalam rangka menghidupkan malam dengan ketaatan kepada Allah.

BACA JUGA: Rasulullah ﷺ Membaca Al-Qur’an dalam Shalat Zhuhur dan Ashar

Lantas, kapan waktu pelaksanaan shalat witir?

Waktu shalat witir dimulai setelah seseorang mengerjakan shalat Isya dan berlangsung hingga terbit fajar, yaitu masuknya waktu Shubuh. Dengan demikian, witir termasuk shalat malam yang waktunya cukup panjang sehingga seorang Muslim dapat memilih waktu yang paling sesuai dengan keadaannya.

Para ulama menjelaskan bahwa waktu witir adalah antara shalat Isya hingga terbit fajar. Adapun apabila fajar telah terbit dan waktu Shubuh sudah masuk, maka waktu shalat witir telah berakhir. Ini merupakan pendapat yang lebih kuat berdasarkan dalil-dalil yang ada.

Rasulullah ﷺ bersabda:

صَلاَةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى ، فَإِذَا خَشِىَ أَحَدُكُمُ الصُّبْحَ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً ، تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى

“Shalat malam itu dua rakaat dua rakaat. Jika salah seorang dari kalian khawatir akan masuk waktu Shubuh, hendaklah ia shalat satu rakaat sebagai witir (penutup) bagi shalat yang telah dilaksanakan sebelumnya.” (HR. Bukhari no. 990 dan Muslim no. 749, dari Ibnu ‘Umar)

BACA JUGA:  Pertolongan dengan Shalat

Hadis ini menunjukkan bahwa witir merupakan penutup bagi shalat malam. Karena itu, apabila seseorang ingin mengerjakan tahajud pada akhir malam, ia dapat menjadikan shalat witir sebagai penutupnya.

Bagi seseorang yang khawatir tidak dapat bangun pada akhir malam, ia dapat mengerjakan witir sebelum tidur. Namun, bagi yang yakin dapat bangun, mengakhirkan witir hingga penghujung malam merupakan amalan yang utama.

Witir bukan sekadar shalat tambahan. Ia adalah kesempatan untuk menutup malam dengan ibadah, doa, dan mendekatkan diri kepada Allah. Maka, jangan biarkan malam berlalu tanpa berusaha menghadirkan shalat yang dicintai Allah ini. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119