Home IbadahRasulullah ﷺ Membaca Al-Qur’an dalam Shalat Zhuhur dan Ashar

Rasulullah ﷺ Membaca Al-Qur’an dalam Shalat Zhuhur dan Ashar

Boleh jadi, satu ayat yang kita baca dengan penuh penghayatan jauh lebih membekas daripada banyak ayat yang hanya melintas di lisan tanpa kita pahami.

by Abu Umar
0 comments 1 views

Tidak semua bacaan Rasulullah ﷺ dalam shalat terdengar oleh para sahabat.

Ada shalat yang beliau kerjakan dengan bacaan jahr, sehingga para sahabat dapat mendengar ayat-ayat yang beliau baca.

Namun, ada pula shalat yang bacaannya dilakukan dengan suara lirih.

Salah satunya adalah shalat Zhuhur dan Ashar.

Hal ini diketahui oleh para sahabat bukan karena mereka mendengar suara Rasulullah ﷺ, tetapi karena mereka memperhatikan gerakan beliau ketika membaca Al-Qur’an.

BACA JUGA:

Khabbab bin Al-Aratt radhiyallahu ‘anhu pernah ditanya,

أَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ؟ قَالَ: نَعَمْ، قُلْنَا: بِأَيِّ شَيْءٍ كُنْتُمْ تَعْرِفُونَ؟ قَالَ: بِاضْطِرَابِ لِحْيَتِهِ

“Apakah Rasulullah ﷺ membaca surah dalam shalat Zhuhur dan Ashar?” Ia menjawab, “Ya.” Kami bertanya, “Bagaimana kalian mengetahui bahwa beliau membaca?” Ia menjawab, “Dari gerakan jenggot beliau.” (HR. Bukhari, no. 760).

Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ tetap membaca Al-Qur’an dalam shalat Zhuhur dan Ashar, meskipun bacaan tersebut dilakukan dengan suara yang lirih.

Para sahabat bahkan dapat mengetahui beliau sedang membaca dari gerakan jenggotnya.

Perhatikan bagaimana para sahabat mengamati ibadah Rasulullah ﷺ dengan sangat teliti.

Mereka tidak hanya memperhatikan perkara-perkara besar.

Gerakan kecil dalam shalat pun mereka perhatikan.

Kemudian mereka menyampaikannya kepada generasi setelah mereka agar umat Islam mengetahui bagaimana Rasulullah ﷺ melaksanakan shalat.

Dari hadis ini juga kita belajar bahwa membaca Al-Qur’an merupakan bagian penting dalam shalat.

Seorang Muslim hendaknya tidak menganggap bacaan dalam shalat sebagai sekadar rangkaian kata yang harus diselesaikan.

Setiap ayat yang dibaca adalah kalamullah.

Karena itu, sudah semestinya seorang Muslim berusaha menghadirkan hati ketika membacanya.

Bacalah dengan tenang.

Pahami maknanya.

Resapi kandungannya.

Jangan biarkan lisan membaca, sementara hati justru mengembara ke mana-mana.

BACA JUGA:

Rasulullah ﷺ adalah manusia yang paling memahami kedudukan Al-Qur’an. Ketika beliau membaca ayat-ayat Allah, bacaan itu bukan sekadar suara yang keluar dari lisan, tetapi bagian dari ibadah yang dilakukan dengan penuh penghayatan.

Maka, ketika kita berdiri dalam shalat, jangan terburu-buru menyelesaikan bacaan.

Berikan waktu bagi hati untuk mengikuti apa yang dibaca oleh lisan.

Boleh jadi, satu ayat yang kita baca dengan penuh penghayatan jauh lebih membekas daripada banyak ayat yang hanya melintas di lisan tanpa kita pahami.

Hadis Khabbab bin Al-Aratt radhiyallahu ‘anhu juga mengingatkan kita tentang betapa detailnya sunnah Rasulullah ﷺ yang diwariskan kepada umat.

Sesuatu yang tampak sederhana bagi kita, ternyata menjadi ilmu yang sangat berharga bagi generasi setelahnya. []

 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119