Shalat berjamaah memiliki aturan dan adab yang perlu diperhatikan oleh setiap makmum. Salah satunya adalah mengikuti gerakan imam. Makmum tidak diperintahkan untuk bergerak sesuka hati, apalagi mendahului imam. Ia mengikuti imam dalam setiap perpindahan gerakan shalat.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّمَا جُعِلَ الإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ، فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا، وَلاَ تُكَبِّرُوا حَتَّى يُكَبِّرَ، وَإِذَا رَكَعَ فَارْكَعُوا، وَلاَ تَرْكَعُوا حَتَّى يَرْكَعَ، وَإِذَا قَالَ: سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، فَقُولُوا: اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ، وَإِذَا سَجَدَ فَاسْجُدُوا، وَلاَ تَسْجُدُوا حَتَّى يَسْجُدَ، وَإِذَا صَلَّى قَائِماً فَصَلُّوا قِيَاماً، وَإِذَا صَلَّى قَاعِداً فَصَلُّوا قُعُوداً أَجْمَعِينَ
“Sesungguhnya imam itu diangkat untuk diikuti. Maka apabila imam telah bertakbir, bertakbirlah kalian dan jangan bertakbir sebelum imam bertakbir. Apabila imam rukuk, maka rukuklah kalian dan jangan rukuk sebelum imam rukuk. Apabila imam mengucapkan ‘sami‘allahu liman hamidah’, maka ucapkanlah ‘Allahumma rabbanaa lakal hamdu’. Apabila imam sujud, maka sujudlah kalian dan jangan sujud sebelum ia sujud. Apabila imam shalat berdiri, maka shalatlah dengan berdiri. Apabila imam shalat sambil duduk, maka shalatlah kalian semua sambil duduk.” (HR. Abu Dawud no. 603; asal hadis ini juga diriwayatkan dalam Shahih Bukhari no. 734 dan Shahih Muslim no. 416)
BACA JUGA: Posisi Shalat Berjamaah Jika Hanya Dua Orang
Hadis ini menunjukkan bahwa kedudukan imam dalam shalat berjamaah adalah untuk diikuti. Karena itu, seorang makmum hendaknya memperhatikan gerakan imam dan tidak mendahuluinya.
Ketika imam bertakbir untuk berpindah gerakan, makmum mengikuti setelah imam bertakbir. Demikian pula ketika imam rukuk, sujud, atau bangkit dari rukuk. Makmum tidak melakukan gerakan tersebut sebelum imam memulainya.
Hal ini merupakan bagian dari tertib dan adab dalam shalat berjamaah. Jangan sampai seseorang begitu bersemangat mengikuti gerakan imam hingga justru mendahuluinya. Sebaliknya, jangan pula terlalu terlambat tanpa alasan sehingga tertinggal dari gerakan imam.
BACA JUGA: Pahala Shalat Berjamaah di Masjid bagi Laki-laki
Shalat berjamaah mengajarkan ketundukan dan keteraturan. Imam berada di depan, sedangkan makmum mengikuti di belakang. Masing-masing memiliki posisi dan aturan yang harus dijaga.
Karena itu, ketika berdiri sebagai makmum, hendaknya kita menghadirkan kesadaran bahwa kita sedang mengikuti imam dalam ibadah. Dengarkan takbirnya, perhatikan gerakannya, lalu ikuti dengan tenang dan tidak tergesa-gesa.
Inilah salah satu keindahan shalat berjamaah: banyak orang berdiri bersama, menghadap kiblat yang sama, mengikuti imam yang sama, dan beribadah kepada Allah dengan aturan yang telah diajarkan Rasulullah ﷺ. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

