Home Muhasabah3 Rukun Syukur

3 Rukun Syukur

Seseorang yang diberi kesehatan lalu menggunakannya untuk beribadah, itulah bentuk syukur.

by Abu Umar
0 comments 7 views

Ketika mendapatkan nikmat, kita terbiasa mengucapkan “Alhamdulillah.” Ketika mendapatkan rezeki, kesehatan, kabar baik, atau sesuatu yang kita harapkan, kalimat itu pun mudah keluar dari lisan.

Namun, apakah syukur hanya sebatas mengucapkan “Alhamdulillah”?

Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa syukur memiliki tiga rukun.

Pertama, mengakui bahwa nikmat tersebut berasal dari Allah.

Apa pun yang kita miliki pada hakikatnya adalah pemberian Allah. Rezeki yang kita dapatkan, kesehatan yang kita rasakan, keluarga yang kita cintai, ilmu yang kita miliki, bahkan kemampuan kita untuk melakukan berbagai aktivitas, semuanya tidak akan ada tanpa kehendak dan pertolongan Allah.

BACA JUGA: Dua Tingkatan Syukur: Wajib dan Sunnah

Allah Ta’ala berfirman, “Dan apa saja nikmat yang ada pada kalian, maka dari Allah-lah (datangnya).” (QS. An-Nahl: 53).

Karena itu, jangan sampai hati kita hanya melihat manusia sebagai pemberi nikmat, sementara melupakan Allah yang sebenarnya memberikan nikmat tersebut melalui berbagai sebab.

Kedua, memuji Allah atas nikmat tersebut.

Inilah yang kita lakukan ketika mengucapkan “Alhamdulillah.” Kita memuji Allah dan mengakui bahwa segala pujian yang sempurna hanya milik-Nya.

Tetapi pujian tersebut seharusnya lahir dari hati yang benar-benar menyadari karunia Allah, bukan sekadar ucapan yang keluar secara otomatis dari lisan.

Ketiga, meminta pertolongan Allah untuk menggapai rida-Nya dengan memanfaatkan nikmat dalam ketaatan.

Inilah bagian yang sering terlupakan.

Jika Allah memberikan harta, maka gunakanlah harta tersebut untuk perkara yang halal dan bermanfaat. Jika Allah memberikan ilmu, gunakanlah untuk kebaikan dan mengajarkannya kepada orang lain. Jika Allah memberikan kesehatan, manfaatkan untuk beribadah dan melakukan amal saleh.

Begitu pula dengan waktu, tenaga, kedudukan, kecerdasan, kemampuan, dan berbagai nikmat lainnya.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata bahwa rukun syukur adalah mengakui nikmat berasal dari Allah, memuji-Nya atas nikmat tersebut, serta meminta pertolongan-Nya untuk menggunakan nikmat itu dalam ketaatan kepada-Nya. (‘Uddah Ash-Shabirin wa Dzakhirah Asy-Syakirin, hlm. 187).

Maka, syukur bukan sekadar “Alhamdulillah” di lisan.

BACA JUGA:  Bersyukur kepada Allah dengan Setiap Persendian

Syukur adalah ketika hati mengakui siapa yang memberikan nikmat, lisan memuji-Nya, dan anggota tubuh menggunakan nikmat tersebut untuk sesuatu yang diridai-Nya.

Seseorang yang diberi kesehatan lalu menggunakannya untuk beribadah, itulah bentuk syukur.

Seseorang yang diberi harta lalu menggunakannya untuk bersedekah dan memenuhi kebutuhan yang halal, itulah bentuk syukur.

Seseorang yang diberi ilmu lalu mengamalkannya dan mengajarkannya kepada orang lain, itulah bentuk syukur.

Karena itu, mari kita bertanya kepada diri sendiri: Selama ini, sudahkah nikmat yang Allah berikan kepada kita benar-benar menjadi jalan untuk semakin dekat kepada-Nya?

Sebab nikmat yang disyukuri bukan hanya membuat kita mengucapkan Alhamdulillah, tetapi juga membuat kita semakin taat kepada Allah. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119