Home IbadahBersyukur kepada Allah dengan Setiap Persendian

Bersyukur kepada Allah dengan Setiap Persendian

Lisan digunakan untuk berkata baik. Tangan digunakan untuk membantu. Kaki digunakan untuk berjalan menuju kebaikan.

by Abu Umar
0 comments 3 views

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

“Setiap persendian manusia wajib bersedekah setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan dua orang yang berselisih adalah sedekah. Membantu seseorang menaiki kendaraannya, mengangkat barangnya ke atas kendaraan, adalah sedekah. Perkataan yang baik adalah sedekah. Setiap langkah yang engkau tempuh menuju shalat adalah sedekah. Dan menyingkirkan gangguan dari jalan juga merupakan sedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini mengajarkan bahwa nikmat yang Allah berikan kepada manusia sangat banyak. Setiap hari, manusia menikmati kesehatan, kemampuan bergerak, melihat, mendengar, berbicara, dan melakukan berbagai aktivitas. Karena itu, setiap persendian tubuh memiliki kewajiban untuk disyukuri.

Menariknya, Rasulullah ﷺ tidak membatasi bentuk syukur hanya dengan harta. Mendamaikan orang yang berselisih adalah sedekah. Membantu orang lain adalah sedekah. Mengucapkan perkataan yang baik adalah sedekah. Bahkan langkah menuju masjid dan menyingkirkan sesuatu yang membahayakan orang lain juga bernilai sedekah.

BACA JUGA: Doa agar Dijadikan Hamba yang Bersyukur

Merenungi Kesempurnaan Tubuh

Hadis ini sekaligus mengingatkan manusia untuk merenungi penciptaan dirinya. Allah menciptakan tubuh manusia dengan susunan yang luar biasa. Tulang, persendian, otot, pembuluh darah, mata, telinga, dan berbagai organ bekerja secara teratur.

Allah Ta‘ala berfirman:

“Dan juga pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” (QS. Adz-Dzariyat: 21)

Allah juga berfirman:

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelas bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar.” (QS. Fushshilat: 53)

Semakin seseorang memperhatikan tubuhnya, seharusnya semakin ia menyadari kebesaran Penciptanya.

Kesehatan adalah Nikmat yang Sering Dilupakan

Manusia sering baru menyadari mahalnya kesehatan setelah sakit. Ia baru menghargai mata ketika penglihatannya terganggu. Ia baru merasakan nikmat berjalan ketika kakinya tidak mampu melangkah.

Padahal kesehatan merupakan nikmat besar yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban.

Allah Ta‘ala berfirman:

“Kemudian kamu benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan.” (QS. At-Takatsur: 8)

Ibnu Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu menafsirkan kenikmatan tersebut dengan keamanan dan kesehatan. Abud-Darda radhiyallahu ‘anhu juga memberikan penjelasan bahwa nikmat tersebut berkaitan dengan kesehatan dan pertumbuhan badan.

Wahb bin Munabbih berkata:

“Nikmat kesehatan adalah harta yang tersembunyi. Dengannya berbagai kenikmatan menjadi terasa nikmat, tetapi kesehatan itu akan dimintai pertanggungjawaban pada hari Kiamat.”

Karena itu, jangan menunggu kehilangan kesehatan untuk menyadari nilainya.

BACA JUGA:  Kapan Kita Mau Rajin Bersyukur?

Syukur Bukan Sekadar Ucapan

Allah Ta‘ala berfirman:

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7)

Syukur bukan hanya mengucapkan alhamdulillah. Syukur harus dibuktikan dengan menggunakan nikmat untuk ketaatan.

Mata digunakan untuk melihat yang halal. Telinga digunakan untuk mendengar kebenaran. Lisan digunakan untuk berkata baik. Tangan digunakan untuk membantu. Kaki digunakan untuk berjalan menuju kebaikan.

Dengan demikian, setiap anggota tubuh dapat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah.

Maka, ketika matahari terbit setiap pagi, ingatlah bahwa kita memiliki “utang” syukur kepada Allah atas nikmat tubuh yang sempurna. Bayarlah dengan sedekah, kebaikan, pertolongan, zikir, perkataan yang baik, dan setiap amal yang diridai-Nya.

Nikmat yang disyukuri akan membawa keberkahan. Sedangkan nikmat yang dilupakan dapat menjadi hujah yang memberatkan kita di hadapan Allah. []

Sumber: Akhlak Rasul Menurut Al-Bukhari dan Muslim / Penulis: Abdul Mun’im al-Hasyimi / Penerbit: Gema Insani / Cetakan 1. 1423 H

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119