Home IbadahJangan Terburu-Buru, Shalatlah dengan Thuma’ninah

Jangan Terburu-Buru, Shalatlah dengan Thuma’ninah

Hadis ini memberikan pelajaran penting bahwa shalat tidak cukup hanya dengan melakukan gerakan-gerakannya. Setiap gerakan harus dilakukan dengan benar dan tenang.

by Abu Umar
0 comments 4 views

Shalat bukan perlombaan untuk menjadi yang paling cepat selesai. Shalat adalah ibadah untuk menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena itu, setiap gerakannya membutuhkan ketenangan dan perhatian.

Sayangnya, terkadang kita justru terburu-buru ketika shalat. Bacaan dilafalkan dengan cepat, ruku’ hanya sebentar, kemudian bangkit dan langsung sujud. Seolah-olah yang terpenting adalah segera menyelesaikan shalat.

Padahal, thuma’ninah merupakan bagian penting dalam shalat. Thuma’ninah berarti tenang dan tidak tergesa-gesa dalam setiap gerakan shalat, hingga anggota tubuh berada pada posisi yang sempurna sebelum berpindah ke gerakan berikutnya.

Rasulullah ﷺ bahkan pernah menegur seorang sahabat yang shalat dengan tergesa-gesa. Beliau mengajarkan kepadanya bagaimana cara shalat yang benar.

BACA JUGA: Keadaan yang Menyebabkan Seseorang Mengulangi Shalat

Rasulullah ﷺ bersabda, “Jika engkau berdiri hendak melakukan shalat, maka bertakbirlah, kemudian bacalah ayat Al-Qur’an yang mudah bagimu. Setelah itu, rukuklah sampai engkau benar-benar rukuk dengan thuma’ninah. Kemudian, bangunlah sampai engkau tegak berdiri. Setelah itu, sujudlah sampai engkau benar-benar sujud dengan thuma’ninah. Kemudian, bangunlah sampai engkau benar-benar duduk dengan thuma’ninah. Lakukanlah itu dalam seluruh shalatmu.” (HR. Bukhari no. 757 dan Muslim no. 397).

Hadis ini memberikan pelajaran penting bahwa shalat tidak cukup hanya dengan melakukan gerakan-gerakannya. Setiap gerakan harus dilakukan dengan benar dan tenang.

Ketika rukuk, jangan langsung bangkit sebelum tubuh benar-benar berada dalam posisi rukuk dengan tenang. Ketika bangkit dari rukuk, jangan tergesa-gesa menuju sujud sebelum berdiri dengan sempurna. Demikian pula ketika sujud dan duduk di antara dua sujud.

Thuma’ninah juga mengajarkan kepada kita untuk menghadirkan hati dalam shalat. Bagaimana mungkin kita dapat menghayati bacaan dan merasakan sedang bermunajat kepada Allah jika tubuh terus bergerak tanpa ketenangan?

BACA JUGA: Seputar Kesalahan setelah Shalat

Saudaraku, mungkin kita sudah bertahun-tahun mengerjakan shalat. Namun, tidak ada salahnya sesekali kita bertanya kepada diri sendiri: Apakah selama ini kita benar-benar menjaga shalat, atau sekadar berusaha menyelesaikannya?

Jangan biarkan kesibukan membuat kita terburu-buru ketika menghadap Allah.

Dunia boleh mengejar kita. Pekerjaan boleh menunggu. Urusan kehidupan boleh terasa mendesak. Tetapi ketika takbir telah diucapkan, berikanlah waktu terbaik untuk berdiri di hadapan Rabb semesta alam.

Perlahanlah dalam shalat. Tenangkan gerakan. Hadirkan hati.

Sebab shalat bukan sekadar rangkaian gerakan yang harus segera dituntaskan. Shalat adalah kesempatan bagi seorang hamba untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk dunia dan menghadap kepada Allah dengan penuh ketundukan. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119