Home MuhasabahKenapa Sulit Laksanakan Tahajjud?

Kenapa Sulit Laksanakan Tahajjud?

Inilah rahasia para salaf: mereka menjaga malamnya dengan doa, istighfar, dan tahajjud. Dan mereka menjaga siangnya dengan meninggalkan dosa serta beramal shalih.

by Abu Umar
0 comments 304 views

Shalat malam atau tahajjud adalah salah satu amalan istimewa yang menjadi kebiasaan para shalih terdahulu. Namun, tidak semua hati dimudahkan untuk bangkit menunaikannya. Di balik sulitnya diri terjaga pada sepertiga malam terakhir, sering kali tersembunyi sebab yang lebih dalam: dosa-dosa yang membelenggu.

Fudhail bin ‘Iyâdh pernah menasihati dengan sangat mendalam,

“Bila engkau tidak sanggup melaksanakan shalat (tahajjud) di malam hari dan puasa di siang hari, maka ketahuilah bahwa engkau orang yang terhalang (dari kebaikan) lagi banyak dosa.”

Kalimat ini seolah mengetuk hati setiap kita yang merasa berat untuk shalat malam. Betapa sering kita memiliki niat kuat, bahkan mempersiapkan air wudhu dan alarm, tetapi tetap saja terlelap hingga waktu subuh datang.

BACA JUGA:  Haruskah Tidur Sebelum Tahajjud?

Seorang lelaki pernah bertanya kepada Hasan al-Bashri tentang hal serupa,

“Sesungguhnya aku tidur dalam keadaan sehat, aku sangat ingin bangun melaksanakan shalat malam dan telah kupersiapkan air untuk bersuci, namun mengapa aku tetap tidak bisa bangun di sepertiga malam terakhir?”

Hasan al-Bashri menjawab, “Engkau telah dibelenggu oleh dosa-dosamu.”

Sungguh, dosa memiliki pengaruh yang amat besar. Ia bukan hanya mengotori hati, tetapi juga mencabut semangat kebaikan dan memadamkan cahaya ibadah. Seseorang dari kalangan Salaf pun menasihati,

“Bila engkau belum bisa mengambil bagian di waktu malam, maka janganlah engkau bermaksiat kepada Rabbmu di waktu siang.”

Nasihat ini mengajarkan kita untuk selalu memeriksa kembali amal dan keadaan hati di siang hari, karena apa yang kita lakukan saat matahari terbit akan berdampak pada kemudahan atau kesulitan kita di waktu malam.

Shalat malam bukan hanya soal fisik yang kuat, tetapi lebih tentang hati yang lembut dan bersih. Hati yang dibasuh taubat, dijaga dari kemaksiatan, dan disirami dzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sahl bin Sa’ad meriwayatkan bahwa Jibril pernah datang kepada Nabi Muhammad ﷺ dengan pesan yang penuh makna:

“Hai Muhammad! Hiduplah sesukamu, sesungguhnya kematian pasti akan menjemputmu. Cintailah siapa saja yang engkau senangi, sesungguhnya engkau pasti akan berpisah dengannya. Dan beramallah semaumu, sesungguhnya engkau akan menuai balasannya.”

Jibril kemudian menambahkan,

“Hai Muhammad, kemuliaan seorang Mukmin terletak pada shalat malam dan kehormatannya adalah pada saat ia tak lagi bergantung pada manusia.” (HR. Thabrani, dinilai hasan oleh Syaikh al-Albâni)

BACA JUGA:  Shalat-shalat Sunnah, yang Utama adalah Tahajjud

Inilah rahasia para salaf: mereka menjaga malamnya dengan doa, istighfar, dan tahajjud. Dan mereka menjaga siangnya dengan meninggalkan dosa serta beramal shalih. Sehingga Allah pun memudahkan mereka untuk berdiri di hadapan-Nya di kala manusia lainnya terlelap.

Maka, jika kita mendapati diri ini masih berat untuk tahajjud, jangan hanya mengeluh. Periksa hati kita, bersihkan dosa-dosa dengan taubat dan istighfar, serta jaga anggota tubuh dari maksiat. Semoga Allah memudahkan langkah kita untuk kembali merasakan manisnya bermunajat di sepertiga malam terakhir. Wallâhu a’lam. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119