Home KajianKeadaan yang Menyebabkan Seseorang Mengulangi Shalat

Keadaan yang Menyebabkan Seseorang Mengulangi Shalat

Jangan membatalkan shalat hanya karena perkara yang sepele. Tetapi jangan pula memaksakan diri ketika terdapat kebutuhan yang dibenarkan.

by Abu Umar
0 comments 4 views

Dalam melaksanakan shalat, terkadang seseorang menghadapi keadaan yang membuatnya harus menghentikan shalat atau mengulanginya.

Namun, tidak semua keadaan membolehkan seseorang membatalkan shalat. Ada hal-hal yang memiliki hukum berbeda sesuai dengan jenis shalat dan kondisi yang dihadapi.

Berikut penjelasannya.

1. Kedatangan Tamu

Jika seseorang sedang melaksanakan shalat sunnah, kemudian ada tamu yang datang dan perlu segera disambut, maka ia boleh membatalkan shalat sunnah tersebut.

Hal ini karena menjawab salam dan menyambut tamu dalam keadaan tertentu dapat menjadi kewajiban, sedangkan shalat sunnah hukumnya tidak wajib.

Namun, jika seseorang sedang melaksanakan shalat fardhu, ia tidak boleh membatalkannya hanya karena kedatangan tamu. Shalat wajib harus diselesaikan, kecuali terdapat keadaan darurat atau kebutuhan mendesak yang dibenarkan oleh syariat.

BACA JUGA:  Keutamaan Shalat Empat Rakaat Sebelum Ashar

2. Lupa Jumlah Rakaat atau Bacaan Shalat

Jika seseorang lupa sudah berada pada rakaat ke berapa, hendaknya ia berusaha mengingatnya.

Apabila ia memiliki dugaan yang lebih kuat, maka ia mengikuti dugaan tersebut. Setelah itu, ia menyempurnakan shalat dan melakukan sujud sahwi sebelum salam.

Adapun jika ia tidak memiliki dugaan yang lebih kuat, maka ia mengambil jumlah rakaat yang paling sedikit karena itulah jumlah yang diyakini. Setelah itu, ia menambah rakaat yang kurang dan melakukan sujud sahwi sebelum salam.

Misalnya, seseorang ragu apakah ia sedang berada pada rakaat ketiga atau keempat. Jika tidak ada dugaan yang lebih kuat, ia menganggapnya sebagai rakaat ketiga, lalu menambah satu rakaat dan melakukan sujud sahwi.

Lupa dalam shalat tidak selalu mengharuskan seseorang membatalkan dan mengulang shalat dari awal. Islam telah memberikan tuntunan untuk memperbaiki kekeliruan tersebut.

3. Menahan Buang Angin atau Buang Air

Seseorang tidak dianjurkan melaksanakan shalat dalam keadaan menahan buang angin, buang air kecil, atau buang air besar.

Rasulullah ﷺ bersabda:

لا صلاة بحضرة الطعام، ولا هو يدافعه الأخبثان

“Tidak ada shalat ketika makanan telah dihidangkan dan tidak ada shalat bagi orang yang menahan buang air kecil atau buang air besar.” (HR. Muslim no. 560)

Menahan buang hajat dapat mengganggu kekhusyukan dan membuat seseorang tidak tenang dalam shalat.

Karena itu, jika seseorang sedang menahan buang angin atau buang air, hendaknya ia menunaikan hajatnya terlebih dahulu, kemudian berwudu dan melaksanakan shalat.

BACA JUGA:  Posisi Shalat Berjamaah Jika Hanya Dua Orang

Syaikh Ibnu Utsaimin رحمه الله menjelaskan bahwa seseorang hendaknya menunaikan hajatnya dan berwudu, meskipun hal itu menyebabkan dirinya kehilangan shalat berjamaah. Sebab, kondisi tersebut termasuk uzur. (Fatawa Syaikh Ibnu Utsaimin, 13/359)

Namun, jika seseorang hanya mengalami keraguan atau perasaan seolah-olah keluar angin, ia tidak perlu membatalkan shalat sampai benar-benar yakin. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa seseorang tidak perlu meninggalkan shalat sampai mendengar suara atau mencium bau. (HR. Bukhari dan Muslim)

Saudaraku, Islam adalah agama yang penuh kemudahan.

Namun, kemudahan tersebut tetap harus mengikuti tuntunan syariat.

Jangan membatalkan shalat hanya karena perkara yang sepele. Tetapi jangan pula memaksakan diri ketika terdapat kebutuhan yang dibenarkan.

Pelajarilah hukum-hukum shalat agar ibadah kita tidak hanya dilakukan dengan semangat, tetapi juga dengan ilmu. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119