Shalat tahajjud adalah salah satu ibadah sunnah yang memiliki keutamaan sangat besar di sisi Allah Ta’ala. Ibadah ini dikerjakan pada malam hari setelah seseorang tidur, kemudian bangun untuk melaksanakan shalat dan berdoa kepada-Nya. Tahajjud merupakan kebiasaan para nabi, orang-orang saleh, dan hamba-hamba Allah yang menginginkan kedekatan dengan Rabb mereka.
Lalu, kapan waktu terbaik untuk melaksanakan shalat tahajjud?
Secara umum, waktu tahajjud dimulai setelah shalat Isya hingga terbit fajar. Namun, waktu yang paling utama adalah sepertiga malam terakhir. Pada waktu inilah Allah Ta’ala memberikan keutamaan yang tidak terdapat pada waktu-waktu lainnya.
Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda,
“Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Dia berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku beri. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
BACA JUGA: Mutiara Nasihat tentang Tahajjud
Hadis ini menunjukkan betapa mulianya sepertiga malam terakhir. Waktu tersebut adalah saat yang paling tepat untuk memperbanyak doa, istighfar, membaca Al-Qur’an, dan mendirikan shalat tahajjud dengan penuh kekhusyukan.
Allah Ta’ala juga memuji orang-orang yang menghidupkan malamnya dengan ibadah. Firman-Nya,
“Dan pada sebagian malam, mereka memohon ampun kepada Allah.” (QS. Adz-Dzariyat: 18)
Para ulama menjelaskan bahwa ayat ini menggambarkan kebiasaan orang-orang bertakwa yang memanfaatkan akhir malam untuk mendekatkan diri kepada Allah. Mereka rela meninggalkan kelezatan tidur demi memperoleh ampunan dan rahmat-Nya.
Bagaimana jika seseorang khawatir tidak mampu bangun pada sepertiga malam terakhir? Dalam kondisi seperti itu, ia boleh melaksanakan shalat malam sebelum tidur, terutama shalat witir. Namun, jika memiliki keyakinan dapat bangun, maka lebih utama menunda shalat tahajjud hingga akhir malam. Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda,
BACA JUGA: Betapa Tahajjud Itu …
“Barang siapa khawatir tidak bangun di akhir malam, hendaklah ia berwitir pada awal malam. Dan barang siapa berharap dapat bangun di akhir malam, hendaklah ia berwitir pada akhir malam, karena shalat pada akhir malam disaksikan (oleh para malaikat), dan itulah yang lebih utama.” (HR. Muslim)
Shalat tahajjud tidak diukur dari banyaknya rakaat, melainkan dari keikhlasan dan kekhusyukan hati. Meskipun hanya dua rakaat, jika dikerjakan dengan penuh keimanan dan mengharap ridha Allah, maka ibadah tersebut sangat bernilai di sisi-Nya.
Marilah kita berusaha menjadikan tahajjud sebagai amalan rutin. Mulailah dengan langkah yang ringan, misalnya bangun 20 atau 30 menit sebelum azan Subuh. Gunakan waktu yang penuh keberkahan itu untuk bersujud, beristighfar, dan memohon segala kebutuhan kepada Allah. Semoga Allah memudahkan kita menjadi hamba-hamba-Nya yang istiqamah menghidupkan malam dengan shalat tahajjud dan memperoleh keberkahan dunia serta akhirat. ]\
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

