Home Baiti JannatiJangan Melalaikan Orang yang Menjadi Tanggung Jawab Kita

Jangan Melalaikan Orang yang Menjadi Tanggung Jawab Kita

Rezeki memang penting, tetapi keluarga yang saleh jauh lebih berharga daripada harta yang melimpah.

by Abu Umar
0 comments 7 views

Di antara kewajiban terbesar seorang muslim adalah menunaikan hak orang-orang yang berada di bawah tanggungannya. Islam tidak hanya mengajarkan ibadah kepada Allah, tetapi juga memerintahkan setiap hamba untuk menunaikan amanah terhadap keluarga yang Allah titipkan kepadanya.

Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda:

كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يُضَيِّعَ مَنْ يَقُوتُ

“Seseorang cukup dikatakan berdosa jika ia melalaikan orang yang wajib ia beri nafkah.”

📚 HR. Abu Dawud no. 1692.

Hadits ini sangat singkat, tetapi mengandung peringatan yang amat keras. Rasulullah Muhammad ﷺ tidak mengatakan bahwa orang tersebut melakukan dosa kecil. Beliau justru menyatakan bahwa kelalaian terhadap orang yang menjadi tanggungannya sudah cukup untuk menjadikannya sebagai seorang yang berdosa.

BACA JUGA:  Jika Sang Suami Tidak Menafkahi Keluarganya karena Kikir

Saudaraku, yang dimaksud dengan orang yang wajib diberi nafkah adalah mereka yang menjadi tanggungan kita menurut syariat, seperti istri, anak-anak, dan dalam kondisi tertentu orang tua atau kerabat yang memang wajib dinafkahi.

Nafkah bukan hanya berupa makanan. Nafkah juga mencakup pakaian, tempat tinggal, kebutuhan pokok, pendidikan, dan segala sesuatu yang menjadi kebutuhan mereka sesuai kemampuan yang Allah berikan.

Namun, ada satu bentuk nafkah yang sering kali lebih berharga daripada harta, yaitu nafkah agama. Betapa banyak orang tua yang bekerja siang dan malam demi memenuhi kebutuhan dunia anak-anaknya, tetapi lalai mengajarkan shalat, Al-Qur’an, akhlak, dan tauhid kepada mereka. Padahal, kebutuhan terbesar seorang anak adalah mengenal Allah dan mampu beribadah kepada-Nya dengan benar.

Saudaraku, seorang ayah atau suami akan dimintai pertanggungjawaban atas amanah yang dipikulnya. Demikian pula seorang ibu memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga dan mendidik anak-anaknya. Setiap amanah akan dipertanyakan oleh Allah pada hari kiamat.

Karena itu, jangan sampai kesibukan mencari rezeki membuat kita lupa kepada keluarga. Jangan pula alasan mengejar karier menjadikan anak-anak kehilangan perhatian, kasih sayang, dan bimbingan agama. Rezeki memang penting, tetapi keluarga yang saleh jauh lebih berharga daripada harta yang melimpah.

BACA JUGA:  Hak Finansial Istri: Nafkah

Rumah yang sederhana namun dipenuhi kasih sayang, ilmu, dan ibadah akan lebih membahagiakan daripada rumah yang mewah tetapi kosong dari perhatian dan pendidikan agama.

Semoga Allah Ta’ala menjadikan kita sebagai hamba yang amanah dalam menunaikan tanggung jawab kepada keluarga, melapangkan rezeki yang halal dan berkah, serta membimbing kita untuk memberikan nafkah lahir dan batin kepada orang-orang yang berada di bawah tanggungan kita. Semoga keluarga kita menjadi keluarga yang sakinah, penuh keimanan, dan dikumpulkan bersama di surga-Nya. Aamiin. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119