Home Baiti JannatiHak Non-Finansial Istri: Diperlakukan dengan Baik oleh Suami

Hak Non-Finansial Istri: Diperlakukan dengan Baik oleh Suami

Hak-hak Seorang Istri dalam Islam

by Abu Umar
0 comments 50 views

Seorang suami wajib memiliki akhlak yang baik terhadap istrinya, bersikap lembut, serta memberikan hal-hal yang dapat menumbuhkan rasa cinta dan ketenangan dalam hati istrinya. Hal ini karena Allah Ta’ala berfirman (yang artinya):

“Dan bergaullah dengan mereka secara patut.” (QS. An-Nisa: 19)

“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang patut.” (QS. Al-Baqarah: 228)

Ayat-ayat ini menegaskan bahwa hubungan suami istri dalam Islam dibangun di atas asas kebaikan, keadilan, dan saling menghormati.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Berbuat baiklah kepada para wanita.” (HR. Al-Bukhari no. 3153; Muslim no. 1468)

BACA JUGA:  5 Sikap Terbaik Seorang Istri

Dalam riwayat lain, Nabi ﷺ bersabda:
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.” (HR. At-Tirmidzi)

Para ulama salaf sangat menekankan hal ini. Al-Hasan Al-Bashri رحمه الله berkata:
“Seorang laki-laki yang baik adalah yang bersikap lembut kepada keluarganya dan paling sabar terhadap mereka.”

Imam Ibnu Katsir رحمه الله menjelaskan makna ayat “bergaullah dengan mereka secara patut”, yaitu:
“Perindahlah ucapan kalian kepada mereka, perbaguslah perbuatan dan penampilan kalian sesuai kemampuan, sebagaimana kalian juga ingin diperlakukan demikian.”

Teladan Rasulullah ﷺ dalam Memperlakukan Istri

Rasulullah ﷺ adalah contoh terbaik dalam memperlakukan istri dengan penuh kelembutan dan kasih sayang:

1. Sikap lembut dan penuh perhatian

Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia menceritakan bahwa ketika ia sedang haid dan berbaring bersama Nabi ﷺ dalam satu selimut, ia menjauh untuk mengganti pakaian haidnya. Maka Nabi ﷺ bersabda, “Apakah engkau sedang haid?” Ia menjawab, “Ya.” Lalu beliau memanggilnya kembali untuk berbaring bersama dalam satu selimut.

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Nabi ﷺ mencium istrinya saat berpuasa dan mandi bersama dari satu bejana. (HR. Al-Bukhari no. 316; Muslim no. 296)

Ini menunjukkan kedekatan, kelembutan, dan tidak adanya sikap kasar dalam interaksi suami istri.

BACA JUGA:  Menjadi Istri yang Menyenangkan Hati Suami

2. Memberi kebahagiaan dan perhatian pada perasaan istri

Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata bahwa ia pernah melihat Nabi ﷺ berdiri di pintu rumahnya, sementara orang-orang Habasyah sedang bermain tombak di masjid. Nabi ﷺ menutupinya dengan selendangnya agar ia bisa menonton permainan tersebut, dan beliau tetap berdiri hingga Aisyah merasa cukup. (HR. Al-Bukhari no. 443; Muslim no. 892)

Ini menunjukkan perhatian Nabi ﷺ terhadap kebahagiaan istrinya dan memahami kebutuhan emosionalnya.

3. Meluangkan waktu dan berinteraksi dengan penuh kasih

Aisyah radhiyallahu ‘anha juga meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ biasa shalat malam, kemudian setelah selesai, beliau melihat apakah Aisyah masih terjaga. Jika ia terjaga, beliau berbincang dengannya; jika tidak, beliau berbaring. (HR. Al-Bukhari no. 1068)

Hal ini menunjukkan bahwa di tengah kesibukan ibadahnya, Rasulullah ﷺ tetap memberikan waktu dan perhatian kepada istrinya. []

RUJUKAN: ISLAMQA

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119