Home RenunganKemuliaan hanya di Sisi Allah

Kemuliaan hanya di Sisi Allah

Banyak hamba Allah yang mungkin tidak dikenal manusia, tidak memiliki jabatan, dan tidak memiliki kekayaan yang melimpah.

by Abu Umar
0 comments 126 views

Di antara perkara yang sering dicari manusia dalam kehidupan adalah kemuliaan. Sebagian orang mencarinya melalui jabatan, kekuasaan, kekayaan, popularitas, atau kedudukan di tengah masyarakat. Mereka mengira bahwa semua itu dapat mengangkat derajat dan memuliakan dirinya. Padahal hakikat kemuliaan bukan berada di tangan manusia, melainkan sepenuhnya berada di tangan Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُكْرِمٍ

“Barangsiapa yang dihinakan Allah, maka tidak seorang pun yang mampu memuliakannya.” (QS. Al-Hajj: 18)

BACA JUGA:  Terkunci dalam Lingkaran Maksiat

Ayat yang agung ini menjadi pengingat bahwa kemuliaan yang sejati tidak ditentukan oleh pandangan manusia. Seseorang mungkin dipuji, dihormati, dan disanjung oleh banyak orang. Namun apabila ia tidak memiliki kemuliaan di sisi Allah, maka seluruh penghormatan tersebut tidak akan bernilai di hadapan-Nya.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

وَإِذَا هَانَ الْعَبْدُ عَلَى اللَّهِ لَمْ يُكْرِمْهُ أَحَدٌ، كَمَا قَالَ تَعَالَى: ﴿وَمَنْ يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُكْرِمٍ﴾، وَإِنْ عَظَّمَهُمُ النَّاسُ فِي الظَّاهِرِ لِحَاجَتِهِمْ إِلَيْهِمْ أَوْ خَوْفًا مِنْ شَرِّهِمْ فَهُمْ فِي قُلُوبِهِمْ أَحْقَرُ شَيْءٍ وَأَهْوَنُهُ

“Apabila seorang hamba telah menjadi hina di pandangan Allah, maka tidak akan ada seorang pun yang mampu memuliakannya, sebagaimana firman Allah Ta’ala: ‘Barangsiapa yang dihinakan Allah, niscaya tidak seorang pun yang memuliakannya.’ Sekalipun manusia tampak memuliakan mereka secara lahiriah—baik karena butuh kepada mereka atau karena takut akan kejahatannya—namun di dalam hati kecil manusia, mereka tetaplah sesuatu yang paling rendah dan paling hina.”

(Ad-Da’u wad Dawa’, hlm. 142)

Perkataan yang sangat dalam ini menjelaskan bahwa penghormatan manusia terkadang bukan karena cinta dan pengagungan yang tulus. Ada yang dihormati karena kekuasaannya, ada yang disanjung karena hartanya, dan ada pula yang ditakuti karena kezalimannya. Namun penghormatan semacam itu hanyalah penghormatan lahiriah yang tidak mencerminkan kemuliaan yang sebenarnya.

BACA JUGA: Saat Hati Tak Lagi Mulia di Sisi Allah

Sebaliknya, banyak hamba Allah yang mungkin tidak dikenal manusia, tidak memiliki jabatan, dan tidak memiliki kekayaan yang melimpah. Akan tetapi karena ketakwaan, keikhlasan, dan kedekatannya kepada Allah, mereka memiliki kedudukan yang mulia di sisi-Nya. Inilah kemuliaan yang hakiki, yaitu kemuliaan yang bersumber dari iman dan takwa.

Karena itu, seorang muslim hendaknya tidak menjadikan penilaian manusia sebagai tujuan hidupnya. Yang paling penting adalah bagaimana dirinya dinilai oleh Allah Ta’ala. Jika Allah memuliakan seorang hamba karena keimanan dan ketakwaannya, maka itulah kemuliaan yang tidak akan pernah sirna. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119