Home RenunganUjian yang Lebih Berat: Kemiskinan atau Kekayaan?

Ujian yang Lebih Berat: Kemiskinan atau Kekayaan?

Berdoalah agar Allah memberikan rezeki yang halal, berkah, dan menjadikan kita semakin dekat kepada-Nya.

by Abu Umar
0 comments 11 views

Kemiskinan adalah ujian.

Ketika seseorang kekurangan harta, memenuhi kebutuhan hidup terasa berat. Membayar kebutuhan sehari-hari, menafkahi keluarga, dan menghadapi berbagai keperluan dengan penghasilan terbatas membutuhkan kesabaran yang besar.

Namun, ternyata ada ujian lain yang tidak kalah berat. Bahkan Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa beliau lebih mengkhawatirkan kelapangan dunia dan kekayaan yang diberikan kepada umatnya.

Dari ‘Amr bin ‘Auf Al-Muzani radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda, “Demi Allah, bukanlah kefakiran yang paling aku takutkan atas kalian. Akan tetapi, yang paling aku takutkan atas kalian adalah ketika dunia dilapangkan bagi kalian sebagaimana telah dilapangkan bagi orang-orang sebelum kalian. Lalu kalian berlomba-lomba mendapatkannya sebagaimana mereka berlomba-lomba mendapatkannya, sehingga dunia itu membinasakan kalian sebagaimana telah membinasakan mereka.” (HR. Bukhari no. 3158 dan 6425, Muslim no. 1051).

BACA JUGA:  Kekayaan Terbesar

Perhatikan perkataan Rasulullah ﷺ.

Beliau tidak mengatakan bahwa kekayaan itu buruk. Yang beliau khawatirkan adalah ketika kelapangan dunia membuat manusia terlena, saling berlomba mengejar harta, kemudian melupakan akhirat.

Seseorang yang miskin mungkin diuji dengan kesulitan mendapatkan harta.

Namun, seseorang yang kaya bisa diuji dengan pertanyaan yang lebih banyak: Dari mana hartanya diperoleh? Untuk apa hartanya digunakan? Apakah ia menunaikan kewajibannya? Apakah hartanya membuatnya semakin bersyukur atau justru semakin sombong?

Harta bisa menjadi nikmat jika berada di tangan orang yang bertakwa.

Dengan harta, seseorang bisa bersedekah. Ia bisa membantu orang yang membutuhkan. Ia bisa menafkahi keluarganya. Ia bisa membangun masjid, mendukung pendidikan, membantu dakwah, dan melakukan berbagai amal kebaikan.

Tetapi harta juga dapat menjadi fitnah ketika hati mulai bergantung kepadanya.

Awalnya mencari harta untuk memenuhi kebutuhan. Kemudian ingin memiliki lebih banyak. Setelah mendapat lebih banyak, masih merasa kurang. Akhirnya waktu, tenaga, pikiran, bahkan ibadah dikorbankan demi mengejar sesuatu yang tidak pernah benar-benar membuat hati merasa cukup.

Inilah yang perlu kita waspadai.

Bukan banyak atau sedikitnya harta yang menjadi ukuran keselamatan seseorang, tetapi bagaimana ia memperlakukan harta tersebut.

Orang kaya yang bersyukur dan menggunakan hartanya dalam ketaatan mendapatkan keutamaan. Sebaliknya, orang yang memiliki sedikit harta pun tetap dapat terjatuh jika hatinya dipenuhi ketamakan dan iri kepada apa yang dimiliki orang lain.

Karena itu, jangan hanya berdoa agar Allah memberikan kita rezeki yang banyak.

Berdoalah agar Allah memberikan rezeki yang halal, berkah, dan menjadikan kita semakin dekat kepada-Nya.

Jika Allah memberikan kelapangan, jangan lupa bersyukur.

Jika Allah memberikan kekurangan, jangan kehilangan kesabaran.

BACA JUGA:  Orang Miskin Masuk Surga Lebih Dahulu daripada Orang Kaya

Sebab keduanya adalah ujian.

Kemiskinan menguji kesabaran kita. Kekayaan menguji apakah kita tetap mengingat Allah ketika hampir semua yang kita inginkan telah tersedia.

Maka, ketika Allah melapangkan rezeki kita, jangan bertanya hanya, “Apa lagi yang bisa saya beli?”

Sesekali tanyakan kepada diri sendiri:

“Apa lagi yang bisa saya lakukan dengan nikmat ini agar Allah ridha kepada saya?”

Sebab dunia yang berada di tangan kita bisa menjadi jalan menuju kebaikan. Tetapi dunia yang telah menguasai hati dapat menjadi sebab kebinasaan. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119