Home RenunganHikmah Allah Menguji Kita dengan Kebaikan dan Keburukan

Hikmah Allah Menguji Kita dengan Kebaikan dan Keburukan

Nikmat bukan selalu tanda cinta Allah, sebagaimana musibah bukan selalu tanda kebencian Allah.

by Abu Umar
0 comments 8 views

Allah سبحانه وتعالى menciptakan kehidupan di dunia sebagai tempat ujian bagi manusia. Ujian tersebut tidak selalu berupa kesedihan, musibah, atau kesempitan hidup. Terkadang Allah juga menguji hamba-Nya dengan nikmat, kelapangan, kesehatan, dan berbagai kesenangan dunia. Karena itu, seorang muslim harus memahami bahwa baik keburukan maupun kebaikan sama-sama merupakan bentuk ujian dari Allah سبحانه وتعالى.

Allah Ta’ala berfirman:

وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً

“Dan Kami menimpakan kepada kalian kejelekan dan kebaikan sebagai cobaan.”  QS. Al-Anbiya: 35

BACA JUGA:  Ujian dari Allah, Tak Melebihi Batas Kemampuan Hamba-Nya

Ayat ini mengandung pelajaran besar bahwa seluruh keadaan hidup manusia berada dalam pengawasan Allah سبحانه وتعالى. Ketika seseorang diberikan musibah, maka Allah ingin melihat kesabarannya. Ketika ia diberi nikmat, maka Allah ingin melihat rasa syukurnya.

Ibnu Katsir rahimahullah berkata:

“Yakni Kami terkadang menguji kalian dengan musibah-musibah, dan terkadang dengan nikmat-nikmat agar Kami melihat siapa yang bersyukur dan siapa yang kufur, siapa yang bersabar dan siapa yang berputus asa.”  Tafsir Ibnu Katsir 3/238

Betapa banyak manusia yang mampu bersabar ketika diuji kesulitan, tetapi gagal ketika diberi kelapangan. Ada yang rajin beribadah saat miskin, namun lalai ketika hartanya melimpah. Ada pula yang dahulu dekat dengan Al-Qur’an ketika hidup susah, namun mulai jauh dari ketaatan setelah mendapatkan kenikmatan dunia.

Sebaliknya, tidak sedikit pula orang yang semakin dekat kepada Allah ketika diuji dengan kesedihan dan kesempitan hidup. Musibah membuatnya sadar akan kelemahan dirinya dan mendorongnya untuk kembali bersandar kepada Rabb-nya. Karena itu, seorang mukmin harus memahami bahwa semua keadaan mengandung hikmah dan pelajaran.

BACA JUGA:  Ujian dan Musibah yang Menimpamu

Nikmat bukan selalu tanda cinta Allah, sebagaimana musibah bukan selalu tanda kebencian Allah. Yang menjadi ukuran adalah bagaimana sikap seorang hamba ketika menghadapi keduanya. Jika nikmat membuatnya bersyukur dan semakin taat, maka itu adalah kebaikan baginya. Jika musibah membuatnya bersabar dan semakin dekat kepada Allah, maka itu pun menjadi kebaikan untuk dirinya.

Seorang mukmin sejati akan tetap beribadah kepada Allah dalam segala keadaan. Ia bersabar ketika ditimpa musibah dan bersyukur ketika diberikan nikmat. Hatinya tidak mudah putus asa saat diuji kesulitan dan tidak sombong ketika memperoleh kesenangan dunia. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119