Home MuhasabahHati yang Selamat

Hati yang Selamat

Betapa besar kebutuhan kita terhadap hati yang bersih di zaman penuh fitnah ini.

by Abu Umar
0 comments 10 views

Di antara nikmat terbesar yang Allah berikan kepada seorang hamba adalah hati yang bersih dan selamat dari kebencian terhadap kaum muslimin. Hati seperti ini dipenuhi rasa cinta kepada kebaikan, senang melihat saudaranya mendapatkan nikmat, dan jauh dari hasad serta dengki. Sayangnya, di zaman sekarang banyak manusia yang mudah iri, senang melihat orang lain susah, dan berat menerima kebaikan yang Allah berikan kepada saudaranya.

Padahal hati yang selamat termasuk akhlak mulia yang sangat dijaga oleh para ulama salaf. Mereka tidak hanya memperhatikan amal lahiriah, tetapi juga kebersihan hati terhadap sesama kaum muslimin.

Ismail bin Ubaid رحمه الله berkisah:

لَمَّا حَضَرَتْ أَبِيَ الْوَفَاةُ، جَمَعَ بَنِيهِ وَقَالَ:

يَا بَنِيَّ عَلَيْكُمْ بِسَلَامَةِ الصَّدْرِ لِلْمُسْلِمِينَ، فَوَاللَّهِ مَا خَرَجْتُ مِنَ الْبَابِ، وَلَقِيتُ مُسْلِمًا، إِلَّا وَأُحِبُّ لَهُ الْخَيْرَ

“Tatkala ayahku akan meninggal, beliau pun mengumpulkan anak-anaknya seraya berkata:

BACA JUGA: Doa Tertolak karena Hati yang Lalai

‘Wahai anak-anakku, hendaknya kalian memiliki hati yang selamat terhadap kaum muslimin. Demi Allah, tidaklah aku keluar dari pintu rumah kemudian aku bertemu dengan seorang muslim kecuali pasti aku suka apabila dia mendapatkan kebaikan.’”

Hilyatul Auliya’ 6/89.

Betapa indah wasiat ini. Di saat menjelang wafat, beliau tidak mewasiatkan banyaknya harta atau kemegahan dunia, tetapi mewasiatkan kebersihan hati terhadap sesama muslim. Sebab hati yang bersih adalah sebab ketenangan hidup dan termasuk amalan yang sangat besar nilainya di sisi Allah.

Orang yang memiliki hati selamat akan merasa bahagia ketika melihat saudaranya mendapatkan nikmat. Ia tidak iri terhadap rezeki orang lain, tidak senang menyebarkan keburukan saudaranya, dan tidak menyimpan dendam di dalam hatinya.

Sebaliknya, hati yang dipenuhi hasad dan kebencian hanya akan membuat pemiliknya hidup dalam kegelisahan. Setiap kali melihat orang lain bahagia, hatinya sempit. Setiap kali mendengar keberhasilan saudaranya, ia merasa tersiksa. Padahal semua nikmat berasal dari Allah dan Allah memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki.

BACA JUGA: Hati yang Merasa Cukup

Memiliki hati yang selamat bukan berarti seseorang tidak pernah tersakiti. Namun ia berusaha memaafkan, mendoakan kebaikan, dan membersihkan hatinya karena mengharap ridha Allah.

Betapa besar kebutuhan kita terhadap hati yang bersih di zaman penuh fitnah ini. Media sosial, persaingan dunia, dan kecintaan terhadap pujian sering kali membuat manusia mudah dengki dan membenci sesama muslim.

Karena itu, hendaknya kita selalu berdoa agar Allah membersihkan hati kita dari hasad, iri, dan kebencian. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang mencintai kebaikan untuk saudara-saudaranya sebagaimana ia mencintai kebaikan untuk dirinya sendiri. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119