Shalat berjamaah adalah ibadah yang agung dalam Islam. Di dalamnya terdapat pelajaran tentang kedisiplinan, persatuan, dan ketaatan. Karena itu, Rasulullah Muhammad ﷺ memerintahkan makmum untuk mengikuti imam dengan tertib dan tidak mendahului gerakannya. Namun sangat disayangkan, ada sebagian orang yang meremehkan perkara ini. Ada yang rukuk sebelum imam sempurna rukuk, ada yang sujud bersamaan dengan imam, bahkan ada yang lebih dahulu mengangkat kepala sebelum imam selesai sujud.
Padahal Rasulullah Muhammad ﷺ telah memberikan peringatan keras tentang hal tersebut.
Beliau ﷺ bersabda:
أَمَا يَخْشَى أَحَدُكُمْ إِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ قَبْلَ الإِمَامِ أَنْ يَجْعَلَ اللَّهُ رَأْسَهُ رَأْسَ حِمَارٍ
“Tidakkah takut orang yang mengangkat kepalanya sebelum imam, bahwa Allah akan mengubah kepalanya menjadi kepala keledai?” HR. Muslim no. 427.
Hadits ini menunjukkan ancaman yang sangat keras bagi orang yang sengaja mendahului imam dalam shalat. Para ulama menjelaskan bahwa makmum diperintahkan untuk mengikuti imam, bukan mendahuluinya dan bukan pula bersamaan dengannya.
BACA JUGA: Bacaan Basmalah dalam Shalat Dibaca Sirr (Lirih)
Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda dalam hadits lain bahwa imam dijadikan untuk diikuti. Maka ketika imam bertakbir, rukuk, sujud, atau bangkit dari sujud, makmum hendaknya mengikuti setelah gerakan imam dimulai, bukan sebelumnya.
Sebagian orang mungkin menganggap masalah ini ringan karena hanya selisih beberapa detik. Namun dalam syariat, perkara mengikuti imam memiliki kedudukan penting dalam menjaga kesempurnaan shalat berjamaah. Karena itu Rasulullah Muhammad ﷺ sampai memberikan ancaman yang menakutkan agar kaum muslimin tidak meremehkannya.
Para ulama menjelaskan bahwa yang terlarang adalah mendahului imam secara sengaja. Adapun jika seseorang tidak sengaja atau karena tidak mendengar gerakan imam dengan jelas, maka ia tidak berdosa. Namun tetap wajib baginya untuk berhati-hati dan memperbaiki tata cara shalatnya.
Adab yang benar bagi makmum adalah menunggu hingga gerakan imam terlihat atau terdengar jelas, lalu mengikutinya. Jangan terlalu cepat, dan jangan pula tertinggal jauh tanpa alasan. Shalat berjamaah memiliki keindahan ketika seluruh makmum mengikuti imam dengan tertib dan tenang.
BACA JUGA: Jangan Shalat Ashar Pas Mau Magrib
Ancaman dalam hadits ini juga mengajarkan agar seorang muslim tidak bersikap tergesa-gesa dalam ibadah. Terkadang seseorang terlalu terburu-buru sehingga kehilangan kekhusyukan dan adab dalam shalat.
Maka hendaknya kita lebih memperhatikan tata cara shalat berjamaah sesuai tuntunan Rasulullah Muhammad ﷺ. Jangan meremehkan perkara yang tampak kecil, karena bisa jadi perkara itulah yang mempengaruhi kesempurnaan ibadah kita di sisi Allah. Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang menjaga shalat dengan baik dan mengikuti sunnah Nabi-Nya dengan benar. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

