Di tengah kehidupan akhir zaman yang penuh kelalaian, banyak manusia tertawa tanpa merasa takut, sibuk mengejar dunia tanpa memikirkan akhirat, dan merasa aman padahal dosa-dosanya menumpuk setiap hari. Namun, keadaan seorang mukmin sejati tidaklah demikian. Hatinya hidup. Jiwanya peka. Ia tidak mudah merasa tenang dengan amalnya, dan tidak berani merasa aman dari hukuman Rabb-nya.
Hasan al-Bashri rahimahullah berkata:
إن المؤمن يصبح حزينا ويمسي حزينا، ولا يسعه غير ذلك، لأنه بين مخافتين
“Sesungguhnya seorang mukmin semestinya pada pagi hari dalam keadaan bersedih, dan pada sore hari dalam keadaan bersedih, dan tidak ada pilihan selain itu. Karena ia berada di antara dua perkara yang menakutkan,”
BACA JUGA: Setiap Mukmin Wajib Segera Bertobat
بين ذنب قد مضى لا يدري ما الله يصنع فيه
“antara dosa yang telah berlalu, ia tidak tahu apa yang Allah akan perbuat dengannya,”
وبين أجل قد بقي لا يدري ما يصيبه فيه من المهالك
“dan antara ajalnya yang tersisa, ia tidak tahu apa yang akan menimpanya berupa kebinasaan.”
Betapa dalam nasihat ini. Seorang mukmin bukanlah orang yang putus asa, tetapi ia adalah orang yang selalu waspada. Ia mengingat dosa-dosanya yang lalu, lalu merasa takut apakah Allah telah mengampuninya atau belum. Ia juga memikirkan sisa umurnya, lalu khawatir apakah ia akan menutup hidupnya dengan husnul khatimah atau justru sebaliknya.
Inilah yang membuat hati orang beriman selalu lembut. Ia tidak sombong dengan ibadahnya. Ia tidak tertipu dengan masa mudanya. Ia tidak merasa aman hanya karena masih diberi kesehatan dan kesempatan. Sebab ia tahu, banyak orang yang pagi hari masih hidup, namun sore harinya telah berada di dalam kubur.
BACA JUGA:
Di akhir zaman, rasa takut seperti ini semakin langka. Banyak manusia justru bangga dengan dosanya, tertawa dalam maksiat, dan menunda taubat seolah ajal masih panjang. Padahal seorang mukmin sejati hidup di antara khauf dan raja’: takut akan dosa, namun tetap berharap kepada rahmat Allah.
Maka jika hari ini hatimu masih sedih karena dosa, masih gelisah memikirkan akhir hidup, dan masih takut jangan-jangan Allah belum ridha kepadamu, jangan buru-buru menganggap itu kelemahan. Bisa jadi, itulah tanda bahwa hatimu masih hidup.
Sumber: Hilyatul Auliya’ (2/132) []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

