Setelah Rasulullah ﷺ menerima wahyu pertama dan memulai dakwah Islam, orang-orang yang pertama kali menyambut seruan beliau berasal dari lingkungan terdekat. Mereka adalah orang-orang yang mengenal kejujuran, amanah, dan akhlak mulia Rasulullah ﷺ sejak sebelum beliau diangkat menjadi nabi.
Selain keluarga dan sahabat terdekat beliau, terdapat sejumlah tokoh dari kalangan Quraisy yang termasuk generasi awal pemeluk Islam. Mereka menerima dakwah Rasulullah ﷺ ketika Islam masih menjadi sesuatu yang asing bagi kebanyakan masyarakat Makkah.
Keislaman mereka menjadi bukti bahwa dakwah Rasulullah ﷺ sejak awal telah menyentuh berbagai keluarga dan kabilah Quraisy. Mereka kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan panjang perjuangan Islam.
BACA JUGA: Dakwah Terbuka Nabi
Di antara kaum Quraisy yang termasuk generasi awal tersebut adalah:
- Abu ‘Ubaidah bin ‘Amir bin al-Jarrah, dari Bani Harits bin Fihr. Beliau kelak dikenal sebagai salah seorang sahabat utama Rasulullah ﷺ dan termasuk orang yang mendapat kabar gembira dengan surga.
- Abu Salamah bin ‘Abdul Asad al-Makhzumi beserta istrinya. Keduanya termasuk orang-orang yang beriman pada masa awal dakwah Islam.
- ‘Utsman bin Mazh’un beserta kedua saudaranya, Qudamah dan ‘Abdullah. Keluarga ini termasuk keluarga yang segera menyambut dakwah Rasulullah ﷺ.
- ‘Ubaidah bin Harits bin al-Muthallib bin ‘Abdu Manaf, salah seorang sahabat generasi awal yang memiliki kedudukan penting dalam sejarah perjuangan Islam.
- Sa’id bin Zaid al-‘Adawi beserta istrinya. Sa’id bin Zaid merupakan salah seorang sahabat utama dan termasuk sepuluh sahabat yang mendapat kabar gembira masuk surga.
- Fathimah binti al-Khaththab al-‘Adawiyyah, saudara perempuan ‘Umar bin al-Khaththab. Keislamannya menjadi salah satu sebab penting yang kemudian membuka jalan bagi masuk Islamnya sang kakak, ‘Umar bin al-Khaththab.
- Khabbab bin al-Aratt at-Tamimi. Beliau termasuk sahabat yang mengalami berbagai tekanan dan penyiksaan karena mempertahankan keimanannya.
- Ja’far bin Abi Thalib beserta istrinya, Asma’ binti ‘Umais. Ja’far kelak menjadi salah seorang tokoh penting dalam dakwah Islam dan memimpin kaum Muslimin dalam hijrah ke Habasyah.
- Khalid bin Sa’id bin al-‘Ash al-Umawi beserta istrinya, Aminah binti Khalaf, dan saudaranya, ‘Amr bin Sa’id bin al-‘Ash.
Hatib bin Harits al-Jahmi beserta istrinya, Fathimah binti al-Mujallal. Bersama mereka juga masuk Islam saudaranya, Khaththab bin Harits, beserta istrinya, Fakihah binti Yasar, serta saudaranya yang lain, Ma’mar bin Harits. - Al-Muthallib bin Azhar az-Zuhri bersama istrinya, Ramlah binti Abi ‘Auf.
- Na’im bin ‘Abdullah Naham al-‘Adawi, yang juga termasuk dalam barisan generasi awal yang memeluk Islam.
Mereka adalah sebagian dari orang-orang yang menerima cahaya Islam pada masa-masa awal. Keimanan mereka tidak lahir dalam suasana yang mudah. Islam ketika itu belum memiliki kekuatan politik maupun jumlah pengikut yang besar. Sebaliknya, kaum Muslimin menghadapi tekanan dan penentangan dari kaum Quraisy.
Karena itu, menerima Islam pada masa tersebut membutuhkan keberanian dan keyakinan yang kuat. Mereka rela mempertahankan keimanan meskipun harus menghadapi celaan, ancaman, pemboikotan, bahkan penyiksaan.
Allah Ta’ala memuji orang-orang yang beriman dan berjuang bersama Rasulullah ﷺ. Allah berfirman:
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ
“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama masuk Islam di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada-Nya.” (QS. At-Taubah: 100)
BACA JUGA: Muhammad ﷺ Jatuh
Mempelajari kisah para pemeluk Islam generasi pertama bukan sekadar mengenal nama-nama mereka. Dari perjalanan hidup mereka, kita belajar bahwa iman terkadang harus dipertahankan dalam keadaan sulit. Mereka mengajarkan bahwa kebenaran tidak selalu diterima dengan mudah oleh manusia.
Namun, orang yang telah mengenal kebenaran akan tetap memegangnya meskipun harus membayar harga yang mahal.
Semoga Allah meridai para sahabat Rasulullah ﷺ, membalas perjuangan mereka dengan sebaik-baik balasan, dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang mengikuti jejak mereka dalam keimanan, keteguhan, dan kecintaan kepada Islam. []
Sumber: The Great Story of Muhammad ﷺ : Referensi Lengkap Hidup Rasulullah ﷺ dari Sebelum Kelahiran hingga Detik-detik Terakhir / Penyusun: Ahmad Hatta, dkk. / Penerbit: Maghfirah Pustaka / Cetakan Keenam, September 2016
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

