Home MuhasabahJangan Terlalu Banyak Tertawa

Jangan Terlalu Banyak Tertawa

Boleh bergembira, tetapi jangan sampai melalaikan. Mengisi waktu dengan dzikir, membaca Al-Qur’an, dan menghadiri majelis ilmu akan membantu menjaga hati tetap hidup.

by Abu Umar
0 comments 6 views

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan nasihat yang singkat namun dalam maknanya:

وَلَا تُكْثِرِ الضَّحِكَ، فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ القَلْبَ

“Dan janganlah terlalu banyak tertawa. Sesungguhnya terlalu banyak tertawa dapat mematikan hati.” (HR. Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

Islam bukan agama yang melarang kebahagiaan. Tertawa pada tempatnya adalah hal yang wajar, bahkan Rasulullah ﷺ sendiri terkadang tersenyum dan tertawa. Namun yang dilarang adalah berlebihan, hingga hati menjadi lalai dan kehilangan kepekaan terhadap akhirat.

BACA JUGA:  Malaikat Mikail Tidak Pernah Tertawa

Terlalu banyak tertawa sering kali menjadi tanda hati yang sibuk dengan dunia dan lupa akan tujuan hidup. Ketika seseorang terus mencari hiburan tanpa batas, ia perlahan menjauh dari dzikir, dari tafakkur, dan dari rasa takut kepada Allah. Inilah yang dimaksud dengan “mematikan hati”, yaitu hati menjadi keras, tidak tersentuh oleh nasihat, dan tidak lagi peka terhadap dosa.

Para ulama salaf sangat memahami bahaya ini. Al-Hasan Al-Bashri رحمه الله berkata, “Banyak tertawa dapat mematikan hati sebagaimana air mematikan tanaman.” Ini menunjukkan bahwa sesuatu yang tampak ringan bisa membawa dampak besar jika dilakukan terus-menerus.

Begitu juga Sufyan Ats-Tsauri رحمه الله mengingatkan bahwa seorang mukmin seharusnya lebih banyak berpikir tentang akhirat daripada tenggelam dalam gelak tawa. Bukan berarti harus selalu murung, tetapi hidup dengan kesadaran bahwa setiap amal akan dipertanggungjawabkan.

BACA JUGA:  Menangis Sepanjang Malam

Hati yang hidup adalah hati yang mudah tersentuh oleh ayat-ayat Allah, ringan dalam beribadah, dan takut ketika berbuat dosa. Sebaliknya, hati yang “mati” akan merasa biasa saja dalam maksiat, malas beribadah, dan sulit menerima kebenaran.

Karena itu, seorang muslim perlu menjaga keseimbangan. Boleh tertawa, tetapi jangan berlebihan. Boleh bergembira, tetapi jangan sampai melalaikan. Mengisi waktu dengan dzikir, membaca Al-Qur’an, dan menghadiri majelis ilmu akan membantu menjaga hati tetap hidup.

Nasihat Nabi ﷺ ini mengajarkan kita untuk lebih sadar dalam menjalani hidup. Jangan sampai kita tertawa hari ini, tetapi menyesal di kemudian hari karena hati telah kehilangan cahayanya. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119