Turunnya wahyu kedua, yaitu Surah Al-Muddatstsir, membuat Rasulullah ﷺ memasuki tahapan baru dalam berdakwah. Tidak ada lagi waktu bagi Nabi ﷺ untuk beristirahat dan bersantai hingga akhir hayatnya.
Rasulullah ﷺ berkata kepada Khadijah radhiyallahu ‘anha:
“Waktu tidur telah berlalu, wahai Khadijah!”
Hal itu karena telah turun firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ قُمْ فَأَنذِرْ
“Wahai orang yang berselimut! Bangunlah, lalu berilah peringatan!” (QS. Al-Muddatstsir: 1–2)
BACA JUGA: Cara Wahyu Diturunkan kepada Rasulullah Muhammad ﷺ
Setelah turunnya ayat tersebut, Rasulullah ﷺ mulai menyebarkan ajaran Islam secara sembunyi-sembunyi. Cara ini ditempuh karena masyarakat Makkah pada saat itu masih sangat kuat memegang tradisi jahiliah. Mereka memiliki sikap keras terhadap siapa pun yang dianggap bertentangan dengan keyakinan dan kebiasaan mereka.
Strategi dakwah secara sembunyi-sembunyi merupakan langkah yang tepat agar penduduk Makkah tidak langsung terkejut dan melakukan penolakan terhadap ajaran yang disampaikan Rasulullah ﷺ.
Dakwah yang sarat dengan duri pun dimulai.
Pertama-tama, Rasulullah ﷺ menawarkan Islam kepada orang-orang terdekatnya, keluarga besar, dan para sahabat karibnya. Orang-orang yang tidak memiliki sedikit pun keraguan terhadap Rasulullah ﷺ langsung menerima ajakan tersebut dengan baik.
Dalam sejarah Islam, mereka dikenal sebagai As-Sābiqūn Al-Awwalūn, yaitu orang-orang yang paling dahulu masuk Islam.
Di antara mereka adalah Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid radhiyallahu ‘anha, budak beliau Zaid bin Haritsah bin Syurahbil Al-Kalbi radhiyallahu ‘anhu, sepupu beliau Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu yang ketika itu masih kecil dan hidup di bawah tanggungan Rasulullah ﷺ, serta sahabat beliau Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu.
Pada tahap awal penyebaran Islam, Nabi Muhammad ﷺ sangat berhati-hati. Beliau tidak menyampaikan dakwahnya kepada sembarang orang, tetapi memilih orang-orang yang dapat dipercaya dan memiliki kedekatan dengan beliau.
Khadijah radhiyallahu ‘anha adalah orang pertama yang diajak Nabi Muhammad ﷺ untuk memeluk Islam. Ajakan tersebut langsung diterima oleh Khadijah.
BACA JUGA: Rasulullah ﷺ Berperan dalam Perang Fijâr
Sejak sebelum menikah dan kemudian setelah menjadi istri Nabi Muhammad ﷺ, Khadijah sangat memercayai suaminya. Ia yakin bahwa laki-laki yang mendampingi hidupnya adalah seorang nabi, terutama setelah melihat berbagai tanda yang menunjukkan hal tersebut.
Khadijah pun bersyahadat sebagai tanda bahwa dirinya telah memeluk Islam. Ia membenarkan Rasulullah ﷺ dan beriman kepada risalah yang dibawanya.
Nabi ﷺ sangat senang mendapatkan dukungan dari istrinya tercinta. Khadijah menjadi orang pertama yang beriman kepada Rasulullah ﷺ dan menjadi salah satu pendukung terbesar beliau dalam menjalankan dakwah Islam pada masa-masa awal yang penuh dengan ujian. []
Sumber: The Great Story of Muhammad ﷺ : Referensi Lengkap Hidup Rasulullah ﷺ dari Sebelum Kelahiran hingga Detik-detik Terakhir / Penyusun: Ahmad Hatta, dkk. / Penerbit: Maghfirah Pustaka / Cetakan Keenam, September 2016
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

