Syumaith bin ‘Ajlan rohimahullah berkata,
“Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla menjadikan kekuatan seorang mukmin ada dalam hatinya dan tidak pada tubuhnya. Tidakkah kalian melihat bahwasanya ada orang tua yang badannya lemah tetap mampu berpuasa di siang hari dan qiyamul lail pada malam hari, sedangkan seorang pemuda merasa berat (tidak mampu) untuk melakukan hal tersebut.”
[Hilyatul ‘Auliya – 3 hal.130]
Sering kali manusia menilai kekuatan dari penampilan fisik: tubuh yang sehat, otot yang kuat, dan stamina yang prima. Namun, dalam pandangan Islam, kekuatan sejati seorang mukmin tidak terletak pada jasadnya, melainkan pada hatinya. Inilah makna mendalam yang disampaikan oleh Syumaith bin ‘Ajlan rahimahullah dalam nasihatnya yang penuh hikmah.
BACA JUGA: Kapan Orang-orang Mukmin Saling Diqisas Satu Sama Lain?
Beliau berkata bahwa Allah ‘Azza wa Jalla menjadikan kekuatan seorang mukmin berada di dalam hatinya, bukan pada tubuhnya. Pernyataan ini mengajak kita untuk merenungkan bahwa sumber keteguhan, kesabaran, dan semangat ibadah sejatinya berasal dari iman yang tertanam dalam hati.
Realitas yang kita lihat sehari-hari sering membenarkan hal ini. Tidak sedikit orang tua yang secara fisik lemah, namun tetap mampu berpuasa di siang hari dan bangun di malam hari untuk melaksanakan qiyamul lail. Sebaliknya, ada pemuda yang tubuhnya kuat, tetapi merasa berat untuk menjalankan ibadah yang sama. Perbedaan ini bukan karena fisik semata, melainkan karena kekuatan hati yang berbeda.
Hati yang dipenuhi iman akan mendorong seseorang untuk taat kepada Allah, meskipun tubuhnya lemah. Ia akan tetap berusaha menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Sebaliknya, hati yang lemah akan membuat seseorang mudah menyerah, meskipun secara fisik ia mampu.
BACA JUGA: Menjadi Mukmin seperti Jeruk Manis
Dari sini kita belajar bahwa memperkuat iman adalah kunci utama dalam menjalani kehidupan sebagai seorang mukmin. Iman yang kuat akan melahirkan kesungguhan dalam beribadah, kesabaran dalam menghadapi ujian, dan keteguhan dalam ketaatan.
Maka, jangan hanya sibuk memperkuat fisik, tetapi perhatikan juga kekuatan hati. Perbanyak dzikir, tilawah Al-Qur’an, dan amal saleh agar hati semakin hidup. Dengan hati yang kuat, seorang mukmin akan mampu melakukan hal-hal besar di sisi Allah, meskipun tubuhnya tampak lemah. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

