Home MuhasabahObat-obat Segala Persoalan Hidup

Obat-obat Segala Persoalan Hidup

Bila Hidup Terasa Berat, Ke Mana Kita Harus Kembali?

by Abu Umar
0 comments 146 views

Setiap orang pernah berada di titik lelah.
Hidup terasa sempit.
Hati mudah gelisah.
Tubuh pun sering rapuh.

Islam tidak membiarkan hamba-Nya tanpa arah.
Ada jalan-jalan sunyi yang diajarkan para salaf.
Sederhana.
Namun menguatkan.

Bila hidup sering sakit-sakitan,
perhatikan hubungan kita dengan puasa.
Puasa bukan hanya menahan lapar.
Ia mendidik sabar.
Membersihkan tubuh dan jiwa.

BACA JUGA:  Ujian dan Musibah yang Menimpamu

Rasulullah ﷺ bersabda,
“Berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.”
(HR. Thabrani, hasan menurut sebagian ulama)

Bila wajah terasa suram,
cahaya hati mungkin mulai redup.
Bangunlah di sepertiga malam.
Qiyamullail.
Shalat Tahajud.

Hasan al-Bashri rahimahullah berkata,
“Tidaklah seseorang meninggalkan shalat malam, kecuali karena dosa yang ia lakukan.”

Bila hati terasa sempit,
bukan dunia yang harus ditinggalkan.
Tetapi Al-Qur’an yang harus didekatkan.
Ia adalah obat.
Bukan sekadar bacaan.

Allah berfirman,
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang beriman.”
(QS. Al-Isra’: 82)

Bila hidup terasa sulit untuk bahagia,
periksa shalat kita.
Tepat waktu atau sering ditunda.
Karena shalat adalah tiang.
Dan tiang yang rapuh membuat bangunan mudah roboh.

Ibn Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu berkata,
“Barang siapa ingin bertemu Allah esok hari sebagai Muslim, maka hendaklah ia menjaga shalat-shalat ini.”

Bila emosi mudah meledak,
wudhu adalah penenang.
Istighfar adalah penyejuk.
Air membersihkan anggota badan.
Ampunan membersihkan hati.

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata,
“Kemarahan adalah bara api di hati anak Adam. Tidakkah kalian melihat matanya memerah dan uratnya menegang?”

Bila hati dan jiwa gelisah,
perbanyaklah doa.
Perbanyak ibadah.
Karena ketenangan tidak lahir dari dunia.
Ia turun dari langit.

“Ketahuilah, dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”
(QS. Ar-Ra‘d: 28)

Bila stres dan tekanan terasa menghimpit,
ringankan lisan dengan kalimat tauhid kekuatan,
Laa haula wa laa quwwata illa billah.
Ia pengakuan kelemahan.
Sekaligus sandaran kekuatan.

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata,
“Kalimat ini adalah salah satu perbendaharaan surga.”

BACA JUGA:  Ujian dan Kesabaran Nabi ﷺ

Bila rezeki terasa sempit,
jangan hanya mengeluh.
Lapangkan dengan sedekah.
Karena tangan yang memberi
lebih dicintai Allah daripada tangan yang meminta.

Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata,
“Obat bagi kefakiran adalah sedekah.”

Pada akhirnya,
semua kembali kepada Allah.
Mintalah agar Dia membukakan pintu ilmu.
Pintu hikmah.
Pintu taufik dan hidayah.

Hingga hati belajar ikhlas.
Dan hidup kembali lurus. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119