Home MuhasabahSetiap Hari, Malaikat Maut Mengunjungi Rumahmu

Setiap Hari, Malaikat Maut Mengunjungi Rumahmu

Karena kematian tidak mengenal usia, tidak menunggu kesiapan.

by Abu Umar
0 comments 181 views

Dari Hasan, ia berkata, “Tiada hari melainkan malaikat maut mengintip setiap rumah beberapa kali. Barangsiapa di antara mereka didapati rezekinya telah habis dan ajalnya telah tiba, maka ia pun akan mencabut ruhnya.

Apabila ia telah mencabut ruhnya, ia menemui keluarganya dengan sedih dan menangis. Malaikat maut itu berpegang di tiang pintu lalu berkata, ‘Aku tidak berbuat salah kepadamu. Demi Allah aku hanya diperintah. Aku tidak memakan rezekinya, aku tidak menghabiskan umurnya, dan aku tidak mengakhiri ajalnya.

“Sesungguhnya tugasku kepadamu adalah mengunjungi dan mengunjungimu lagi sehingga tidak tertinggal seorang pun di antara kamu.

Al-Hasan berkata, “Demi Allah, jika mereka melihat tempatnya dan mendengar ucapannya, tentu mereka akan melupakan mayit mereka dan menangisi dirinya sendiri.” (Ibnu Abi Dunya dan Abusy –Syaikh).

BACA JUGA: Kematian, Hari di Mana Segala Sesuatunya Terputus

Kematian bagi Seorang Muslim

Bagi seorang Muslim, kematian adalah gerbang — menuju kehidupan yang sejati.
Dunia ini hanya persinggahan, sedangkan kampung abadi menunggu di balik helaan napas terakhir.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya kubur adalah awal dari tahapan akhirat. Jika seseorang selamat darinya, maka setelahnya lebih mudah. Namun jika ia tidak selamat darinya, maka apa yang datang setelahnya lebih berat lagi.” (HR. Tirmidzi)

Maka, kematian bukan sesuatu yang kita takutkan,
tapi sesuatu yang kita persiapkan.

Bukan dengan ketakutan kosong,
melainkan dengan iman yang penuh harap.
Dengan amal yang penuh cinta.
Dengan taubat yang penuh air mata.

Seorang Muslim tahu:
kematian bukan menghentikan langkah,
tapi memulai perjalanan pulang.
Kembali kepada Allah, yang telah menciptakan,
yang telah memberi segala nikmat,
dan yang telah berjanji:
“Bagi orang-orang yang beriman dan beramal shalih, bagi mereka surga sebagai tempat tinggal.” (QS. Al-Kahfi: 107)

BACA JUGA: Yang Bisa Mengingatkan kita Akan Kematian

Maka, kematian bagi seorang Muslim,
adalah momen indah —
jika kita siap.

Bersiaplah.
Karena kematian tidak mengenal usia, tidak menunggu kesiapan.
Namun rahmat Allah selalu membuka pintu,
bagi siapa saja yang ingin pulang dengan bekal iman dan amal. []

Sumber: 40 Hari Menuju Kematian/Karya: Syaikh Maulana Muhammad Islam/Penerbit: Nabawi

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119