Home MuslimahMengapa Pekerjaan Paling Sulit bagi Seorang Wanita Itu Taat pada Suaminya?

Mengapa Pekerjaan Paling Sulit bagi Seorang Wanita Itu Taat pada Suaminya?

Ketaatan bukanlah bentuk perendahan, tetapi kemuliaan. Di baliknya ada pintu surga, keberkahan rezeki, dan kebahagiaan rumah tangga.

by Abu Umar
0 comments 189 views

Taat kepada suami adalah salah satu kewajiban terbesar seorang istri dalam Islam, bahkan lebih agung daripada kebanyakan ibadah sunnah. Namun, kenyataannya bagi banyak wanita, ini bukan perkara ringan.

Banyak yang mampu mengerjakan pekerjaan rumah dari pagi hingga malam, mendidik anak dengan penuh kesabaran, atau bekerja keras di luar untuk membantu ekonomi keluarga, tetapi ketika menyangkut ketaatan hati, ucapan, dan sikap kepada suami, sering terasa paling berat. Mengapa demikian?

Pertama, karena ketaatan kepada suami bukan sekadar mengikuti perintah, tetapi melawan hawa nafsu.

Hawa nafsu selalu ingin menang, ingin lebih benar, ingin mengendalikan keadaan. Menundukkan ego membutuhkan mujahadah yang besar. Seorang ulama salaf, Imam Hasan al-Bashri rahimahullah berkata, “Jihad yang paling berat adalah jihad melawan hawa nafsu.”

BACA JUGA:  Siapa Saja Mahram untuk Seorang Wanita Muslimah?

Maka, ketaatan kepada suami termasuk bagian dari jihad seorang istri untuk meraih ridha Allah. Tidak heran jika Nabi ﷺ bersabda bahwa wanita yang menjaga shalat, puasa Ramadan, dan taat kepada suami serta menjaga kehormatan dirinya, “akan dikatakan kepadanya: Masuklah ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau mau.” (HR. Ahmad).

Kedua, karena ketaatan membutuhkan kebeningan hati dan kesabaran.

Seringkali suami tidak sempurna dalam akhlak, tidak selalu romantis, terkadang cuek, bahkan ada yang kurang bijak. Di sinilah ujian terbesar. Syaikh Ibn al-Jauzi rahimahullah berkata, “Kesabaran dalam ketaatan lebih berat daripada sabar menghadapi musibah, karena musibah datang tanpa pilihan, sedangkan ketaatan butuh tekad dan perjuangan.”

Ketiga, karena taat kepada suami adalah cermin keimanan.

Allah menguji wanita melalui kepemimpinan laki-laki. Sebagaimana suami wajib memperlakukan istri dengan lembut, memberi nafkah, dan membimbing, maka istri diuji melalui ketaatan dan penghormatan. Allah berfirman: “Laki-laki adalah pemimpin bagi wanita…” (QS. An-Nisā’ : 34).

Jika istri mampu taat dengan ikhlas, ia sedang membangun rumah tangga yang dipenuhi ketenteraman. Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Tidak ada wanita yang lebih memuliakan dirinya daripada wanita yang memuliakan suaminya.”

BACA JUGA:  Istighfar dan Ketaatan

Ketaatan bukanlah bentuk perendahan, tetapi kemuliaan. Di baliknya ada pintu surga, keberkahan rezeki, dan kebahagiaan rumah tangga.

Maka wahai para istri, jika hari ini terasa berat taat kepada suamimu, ketahuilah: di situlah letak besarnya pahala. Yang sulit itulah yang bernilai tinggi di sisi Allah. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119