Home KajianSombong Itu Menolak Kebenaran, dan Meremehkan Manusia

Sombong Itu Menolak Kebenaran, dan Meremehkan Manusia

Seorang muslim harus selalu melatih hati agar tidak terjerumus dalam kesombongan, dengan menerima kebenaran walaupun datang dari orang yang lebih rendah kedudukannya, serta tidak meremehkan siapa pun.

by Abu Umar
0 comments 311 views

Kesombongan adalah salah satu penyakit hati yang sangat berbahaya. Rasulullah ﷺ telah memperingatkan umatnya dengan tegas tentang bahaya sifat ini. Dalam sebuah hadits sahih beliau bersabda: “Tidak akan masuk surga, orang yang ada di dalam hatinya sebesar biji sawi kesombongan.”

Lalu ada seorang sahabat yang bertanya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya seseorang senang jika pakaiannya bagus dan sandalnya bagus, apakah itu termasuk kesombongan?” Maka Rasulullah ﷺ menjawab: “Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan. Adapun kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” (HR. Muslim no. 91).

Hakikat Kesombongan

Hadits ini menunjukkan bahwa kesombongan bukanlah sekadar mengenakan pakaian indah atau memiliki harta yang baik. Keindahan bukanlah tercela selama tidak disertai dengan kesombongan. Yang dimaksud dengan kesombongan adalah dua hal penting:

Menolak kebenaran (بطر الحقّ) – yakni enggan menerima kebenaran yang datang, meskipun jelas dan nyata.

Meremehkan manusia (غمط الناس) – yakni merendahkan, menghina, atau merasa lebih baik dari orang lain.

BACA JUGA:  Dosa Besar: Sombong, Berbangga, Angkuh, Ujub, dan Takabur

Imam An-Nawawi رحمه الله dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan: “Kesombongan adalah sifat tercela, dan hakikatnya adalah menolak kebenaran dengan meremehkan orang yang membawanya, serta memandang rendah terhadap manusia.”

Kesombongan: Sifat Iblis

Kesombongan adalah penyakit hati yang pertama kali muncul dari Iblis. Ketika Allah memerintahkan seluruh malaikat sujud kepada Nabi Adam عليه السلام, Iblis enggan dan berkata:

“Aku lebih baik darinya. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.” (QS. Al-A‘raf: 12).

Inilah hakikat sombong: menolak perintah Allah, menolak kebenaran, dan merasa lebih mulia daripada orang lain.

Kesombongan Menghalangi Surga

Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa orang yang hatinya masih menyimpan kesombongan, meskipun kecil, akan terhalang dari surga. Sebab surga adalah tempat bagi orang-orang yang bersih hatinya, penuh ketundukan dan kerendahan diri kepada Allah.

Ibnu Rajab al-Hanbali رحمه الله berkata: “Kesombongan adalah lawan dari tawadhu‘. Barangsiapa yang sombong, maka ia jauh dari Allah dan dari manusia. Sebaliknya, orang yang tawadhu‘, maka ia dekat dengan Allah dan dekat dengan manusia.” (Jami‘ al-‘Ulum wal-Hikam).

Bahaya Meremehkan Sesama

Kesombongan dalam bentuk meremehkan manusia dapat muncul dalam berbagai aspek kehidupan: menghina penampilan orang lain, mengejek pekerjaan mereka, atau merasa diri lebih tinggi karena ilmu, harta, atau kedudukan. Padahal Allah tidak menilai manusia dari rupa dan kedudukan, tetapi dari iman dan amalnya. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, akan tetapi Dia melihat hati dan amal kalian.” (HR. Muslim no. 2564).

BACA JUGA:  Iblis yang Sombong

Menjadi Hamba yang Tawadhu‘

Obat dari kesombongan adalah tawadhu‘, yaitu kerendahan hati di hadapan Allah dan di hadapan manusia. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidaklah seseorang bersikap tawadhu‘ karena Allah, melainkan Allah akan meninggikannya.” (HR. Muslim no. 2588).

Maka seorang muslim harus selalu melatih hati agar tidak terjerumus dalam kesombongan, dengan menerima kebenaran walaupun datang dari orang yang lebih rendah kedudukannya, serta tidak meremehkan siapa pun.

Penutup

Kesombongan adalah penghalang terbesar untuk masuk surga. Ia membuat seseorang menolak kebenaran dan merendahkan orang lain. Karena itu, seorang muslim wajib membersihkan hatinya dari sifat ini dan menghiasinya dengan tawadhu‘. Seperti ucapan Abdullah bin Mubarak رحمه الله: “Tawadhu‘ adalah engkau menerima kebenaran dari siapa pun yang mengatakannya.”

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-Nya yang tawadhu‘, menerima kebenaran, dan terhindar dari kesombongan yang membinasakan. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119