Minggu, 8 November 2026

Biasakan Memuji Allah dan Memperbanyak Istighfar

Biasakan Memuji Allah dan Memperbanyak Istighfar

Dalam kehidupan, ada dua amalan sederhana yang sering kali terlupakan, padahal memiliki keutamaan besar: memuji Allah dan memohon ampun kepada-Nya.

Keduanya bukan sekadar ucapan yang keluar dari lisan, melainkan bentuk pengakuan seorang hamba atas kebesaran Allah sekaligus kesadarannya terhadap kelemahan dan dosa-dosa diri sendiri.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

“Siapa yang senantiasa memuji Allah, kebaikan akan senantiasa mengikutinya. Dan siapa yang senantiasa beristighfar, akan dibukakan baginya segala sesuatu yang terkunci.”

(Pesan yang dinukil dalam Ad-Dā’ wa Ad-Dawā’, hlm. 180).

BACA JUGA: Istighfar 70 Kali

1. Memuji Allah, mengundang keberkahan

Memuji Allah merupakan wujud syukur atas segala nikmat yang telah diberikan. Ketika seseorang membiasakan lisannya mengucapkan alhamdulillah, ia sedang mengakui bahwa seluruh kebaikan berasal dari Allah.

Allah berfirman:

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا

“Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya.” (QS. Ibrahim: 34).

Betapa banyak nikmat yang kita terima setiap hari, mulai dari kesehatan, kesempatan hidup, keluarga, rezeki, hingga kemampuan untuk beribadah. Sayangnya, manusia sering lebih mudah mengingat kekurangan daripada mensyukuri pemberian Allah.

Karena itu, biasakan memuji Allah dalam keadaan lapang maupun sempit. Jangan menunggu mendapatkan sesuatu yang besar untuk mengucapkan hamdalah.

2. Istighfar, jalan memohon ampun dan pertolongan

Manusia tidak pernah luput dari kesalahan. Ada dosa yang disadari, ada pula kekeliruan yang tidak terasa. Karena itu, seorang Muslim hendaknya tidak pernah berhenti memohon ampun kepada Allah.

BACA JUGA: Kenapa Harus Istighfar Setiap Hari?

Allah berfirman melalui lisan Nabi Nuh ‘alaihissalam:

“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sungguh, Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, memperbanyak harta dan anak-anakmu, serta mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.” (QS. Nuh: 10–12).

Ayat ini menunjukkan bahwa istighfar memiliki keutamaan besar. Ia bukan hanya menjadi jalan pengampunan dosa, tetapi juga sebab datangnya berbagai kebaikan dan keberkahan dari Allah.

Ketika menghadapi kesulitan, jangan hanya sibuk mencari jalan keluar dengan usaha lahiriah. Periksa pula hubungan kita dengan Allah, perbanyak istighfar, dan perbaiki amal.

Jangan biarkan lisan kosong dari dua amalan ini. Perbanyaklah mengucapkan alhamdulillah sebagai bentuk syukur dan astaghfirullah sebagai pengakuan atas dosa. Semoga Allah melimpahkan kebaikan, mengampuni kesalahan, dan membukakan jalan keluar dari setiap kesulitan yang kita hadapi. []

Tinggalkan komentar