Home Nasihat UlamaKekayaan Terbesar

Kekayaan Terbesar

Barang siapa telah merasakan nikmatnya mengenal Allah, maka akan merasakan manisnya cinta.

by Abu Umar
0 comments 49 views

Tatkala saya merampungkan penulisan paragraf di atas, terdengar bisikan dari dalam batin ini, “Biarkanlah aku. Janganlah engkau terus berbicara tentang sabar menghadapi takdir. Telah cukup bagiku contoh-contoh yang engkau terangkan. Kini terangkanlah kepadaku tentang ridha, karena ada sesuatu yang merdu di balik kata itu dan terasa tenang ruhku mendengarnya.”

Saya lalu menjawab, “Duhai batinku yang berbisik, dengarkanlah jawabanku dan pahamilah kebenaran. Ridha adalah salah satu hasil makrifat (pengenalan)-mu akan Diri-Nya. Jika engkau mengenal-Nya, niscaya engkau akan ridha dengan qadha-Nya. Walaupun demikian, pada beberapa hal, qadha Allah bisa saja terasa mereka pahit yang telah sampai pada de rajat ridha.”

Bagi orang yang arif, rasa getir dan pahit akan terasa sangat ringan, karena dia merasakan betapa manisnya arti mengenali-Nya.

BACA JUGA:  Islam Agama Kebersihan

Saat seseorang naik dari tingkatan kenal ke tingkatan cinta kepada-Nya, pahitnya takdir akan menjadi sesuatu yang manis, seperti yang dikatakan seorang penyair:

Azab-Nya kepadamu sebenarnya adalah kenikmatan
jauhnya Dia dari sisimu sesungguhnya adalah dekat
Engkau bagiku laksana ruhku
bahkan Engkau lebih aku cintai
Cukuplah arti cinta untuku
yang Engkau cintai kucintai pula

Orang-orang muhibbin (para pencinta Allah) berkata:

Apa yang bukan dari-Mu, buruk di mataku
apa yang Engkau lakukan selalu baik adanya

Bisikan itu kembali berkata, “Katakan-lah kepadaku dengan apa aku ridha?”

Aku ridha dengan takdir-Nya yang telah ditentukan bagiku, meski berupa penyakit dan kefakiran.

“Apakah aku juga harus ridha dengan kemalasanku untuk berbakti kepada-Nya dan jauhnya aku dari ahli taqwa? Terangkanlah kepadaku apa yang termasuk ridha dan apa yang tidak termasuk.”

Alangkah bagusnya pertanyaanmu, wahai jiwaku. Dengarkanlah perbedaannya, jadikanlah dirimu laksana seseorang yang menggunakan pendengarannya dan menjadi saksi atas ungkapanku ini.

Ridhalah pada apa saja yang datang dari-Nya. Bermalas-malas-n dan berleha-leha adalah pekerjaanmu, maka janganlah engkau sekali-kali ridha pekerjaanmu yang seperti itu. Namun, penuhilah hak-hak-Nya dengan terus mendorong jiwamu mencari hal-hal yang mendekatkanmu dengan-Nya. Janganlah engkau merasa puas dengan cara berleha-leha dan menunda-nunda usaha dan mujahadah.

BACA JUGA: Seluruh Perkara Pastilah Ada Sebabnya

Tentang semua takdir yang tak mungkin engkau tolak, ridhalah menerimanya. Saat diceritakan dan ditanya tentang seorang ahli ibadah yang mengais-ngais makanan di tong sampah, “Apakah dia tidak bisa meminta rezeki kepada Allah selain dengan cara ini?” Rabi’ah menjawab, “Sesungguhnya seseorang yang sampai pada tingkatan ridha tak perlu lagi memilih-milih.”

Barang siapa telah merasakan nikmatnya mengenal Allah, maka akan merasakan manisnya cinta. Di saat itulah ridha pasti ada. Wajiblah engkau bersung-guh-sungguh mencari dalil-dalil tentang makrifat, lalu mengamalkan tuntutan makrifat dengan sungguh-sungguh ber-bakti, agar semua itu melahirkan mahabbah (cinta).

Dalam hadis Qudsi, Allah berfirman, “Sepanjang hamba-Ku mendekati-Ku de-ngan hal-hal yang sunnah, Aku akan men-cintainya. Saat Aku mencintainya, Aku menjadi telinga baginya untuk mendengar dan menjadi mata baginya untuk melihat.” (HR. Bukhari) []

Sumber: Shaidul Khatir, Cara Manusia Cerdas Menang dalam Hidup, karya Imam Ibnu Al Jauzi, Penerbit Maghfirah Pustaka, Cetakan Juni 2022

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119