Home RenunganJika Tak Pernah Meminta pada Allah

Jika Tak Pernah Meminta pada Allah

Allah mengabulkan doanya dan memenuhi panggilannya, sebagaimana beliau memperoleh saat di saat mimbar pada hari meminta siraman air hujan, maka turunlah air hujan yang sangat deras seketika itu juga.

by Abu Umar
0 comments 168 views

“Dan ketika hamba-Ku bertanya tentang diriku, maka katakanlah, bahwa sesungguhnya Aku ini dekat. Aku ini mengabulkan doanya orang yang berdoa.” (Al-Baqarah 2 : 186)

Nabi ﷺ selalu memanjatkan doa kepada Rabb-nya pada saat setiap keadaan. Beliau menyerahkan semua urusannya kepada penguasanya, dan memperbanyak pengaduan kepada Khaliqnya serta memohon rahmat ampunannya.

Beliau pernah bersabda, “Barangsiapa tidak pernah meminta kepada Allah, Dia murka kepadanya.” (HR Bukhari)

Nabi ﷺ mencari kebaikan dan kemuliaannya dimana beliau memilih doa yang mencangkup semuanya sebagaimana ucapannya, “Ya Allah, berikanlah kepada kami kebaikan dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa api neraka.”

Nabi mengulangi doanya sebanyak tiga kali, dan memulainya dengan memuji Rabbnya. Beliau menghadap kiblat saat berdoa, dan terkadang berwudhu sebelumnya. Nabi megajarkan adab berdoa kepada umatnya, seperti memulainya dengan memuji Allah Swt dan membaca shalawat Nabi.

Beliau pun mengajarkan berdoa dengan asma Allah yang baik, mencari waktu yang mustajabah, seperti sehabis shalat wajib, antara adzan dan iqamah, di akhir waktu di hari jum’at, pada hari Arafah, pada saat sujud, puasa dan dalam perjalanan, juga orang tua kepada anaknya.

Nabi ﷺ pada waktu kesempitan mengadu kepada Rabbnya dan memohon kepadanya. Beliau mengulang-ulang permintaannya dengan penuh kerendahan, takut, cinta, husnudzanah, dan penuh harap, sebagaimana beliau lakukan pada saat perang Khandaq dan pada hari Arafah.

Allah mengabulkan doanya dan memenuhi panggilannya, sebagaimana beliau memperoleh saat di saat mimbar pada hari meminta siraman air hujan, maka turunlah air hujan yang sangat deras seketika itu juga.

Dan juga pada hari terbelahnya bulan, keberkahan dalam makanan dan harta, dan pada saat kemenangan dalam peprangan. Saat meninggikan agamanya dan menghinakan para musuhnya, sampai kemudian Allah mewujudkan tujuannya dan menjadikan kemenangan akhir untuk Rasulnya. []

Sumber: Ka Annaka Tara/ Penulis: Dr. ‘Aidh Abdullah Al-Qarny/ Penerbit: Cakrawala Publishing, 2005

——–••♛♛♛••———-

📚📖 *HUMAYRO. BELAJAR SEPANJANG HAYAT*. 📚📢

Humayro merupakan group whatsApp yang berisikan informasi dan bahasan seputar Islam (fiqih, aqidah, motivasi, ibrah, hadist, dsj)

yuuk untuk teman – teman yang ingin bergabung di Humayro ini silahkan join di group whatsApp kita ↓↓↓↓

https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB

♻ Silahkan berbagi informasi ini, semoga bermanfaat.

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119