Islam tidak hanya mengajarkan hubungan seorang hamba dengan Allah. Islam juga mengatur bagaimana seorang Muslim memperlakukan saudaranya. Di antara bentuk kasih sayang dan kepedulian dalam Islam adalah memenuhi hak-hak sesama Muslim.
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata:
أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ خَمْسٌ: رَدُّ السَّلَامِ، وَعِيَادَةُ الْمَرِيضِ، وَاتِّبَاعُ الْجَنَائِزِ، وَإِجَابَةُ الدَّعْوَةِ، وَتَشْمِيتُ الْعَاطِسِ.
“Hak seorang Muslim atas Muslim lainnya ada lima: menjawab salam, menjenguk orang yang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan orang yang bersin.” (HR. Bukhari no. 1240)
Hadis yang singkat ini mengandung pelajaran yang sangat besar. Islam membangun persaudaraan bukan hanya dengan nasihat, tetapi juga dengan tindakan nyata.
BACA JUGA: Menjaga Kemurnian Tauhid Seorang Muslim
1. Menjawab Salam
Ketika seorang Muslim mengucapkan salam, jangan abaikan salam tersebut. Jawablah dengan baik.
Allah Ta‘ala berfirman:
وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا
“Apabila kamu diberi penghormatan dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah penghormatan itu dengan yang serupa.” (QS. An-Nisa: 86)
Salam bukan sekadar sapaan. Ia adalah doa keselamatan, rahmat, dan keberkahan.
2. Menjenguk Orang Sakit
Orang yang sakit membutuhkan perhatian dan dukungan. Kunjungan seorang Muslim dapat menghibur hati, menguatkan semangat, dan menjadi pengingat bahwa ia tidak sendirian.
Jangan menunggu seseorang sembuh untuk menunjukkan kepedulian. Justru ketika sakit, saudara kita membutuhkan kehadiran dan doa.
3. Mengiringi Jenazah
Mengiringi jenazah merupakan bentuk penghormatan kepada seorang Muslim yang telah meninggal dunia.
Lebih dari itu, berjalan mengiringi jenazah juga menjadi kesempatan untuk mengingat kematian.
Hari ini kita mengiringi orang lain menuju pemakaman. Suatu hari nanti, mungkin orang lain yang akan mengiringi kita.
4. Memenuhi Undangan
Memenuhi undangan dalam perkara yang baik merupakan bentuk menjaga hubungan persaudaraan.
Terkadang seseorang tidak membutuhkan hadiah yang mahal. Ia hanya membutuhkan kehadiran saudara-saudaranya.
Kehadiran kita dapat menjadi tanda bahwa kita menghargai dan mencintainya karena Allah.
5. Mendoakan Orang yang Bersin
Ketika seorang Muslim bersin lalu mengucapkan:
الْحَمْدُ لِلَّهِ
“Segala puji bagi Allah.”
Maka saudaranya mendoakan:
يَرْحَمُكَ اللَّهُ
“Semoga Allah merahmatimu.”
Kemudian orang yang bersin menjawab:
يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ
“Semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki keadaanmu.”
BACA JUGA: Hadist: Hak Jalan yang Sering Dilupakan
Begitu indah ajaran Islam. Bahkan dalam perkara sederhana seperti bersin pun, seorang Muslim diajarkan untuk saling mendoakan.
Lima perkara ini mungkin terlihat sederhana. Namun, jika diamalkan, ia akan memperkuat ukhuwah, menumbuhkan kasih sayang, dan mempererat hubungan di antara kaum Muslimin.
Jangan hanya menuntut hak dari saudara kita.
Tanyakan kepada diri sendiri:
Sudahkah kita menunaikan hak saudara-saudara kita?
Sudahkah kita menjawab salam?
Sudahkah kita menjenguk yang sakit?
Sudahkah kita mengiringi jenazah?
Sudahkah kita memenuhi undangan?
Sudahkah kita mendoakan saudara kita ketika ia bersin?
Persaudaraan tidak cukup hanya dengan kata-kata.
Ia harus dibuktikan dengan kepedulian dan amal nyata.
Semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang mampu menunaikan hak saudara-saudara kita dan menjaga ukhuwah Islamiyah dengan sebaik-baiknya. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

