Home MuhasabahTulisanmu akan Dihisab

Tulisanmu akan Dihisab

Hindari dusta, fitnah, celaan, ghibah, dan perkataan yang tidak perlu.

by Abu Umar
0 comments 6 views

Di zaman sekarang, berbicara tidak lagi harus dilakukan dengan lisan.

Kita bisa berbicara melalui tulisan.

Kita bisa menyampaikan pendapat melalui komentar, membuat unggahan di media sosial, menulis pesan, membagikan berita, atau membuat konten hanya dengan beberapa sentuhan jari.

Semua terasa begitu mudah.

Namun, ada satu hal yang sering terlupakan:

Tulisan kita juga akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.

BACA JUGA: Bagaimana Terjadinya Hisab pada Hari Kiamat?

Tulisan Adalah Bagian dari Ucapan

Syaikh Abdurrozzaq al-Badr hafizhahullah mengingatkan bahwa ketika seseorang berbicara atau menulis melalui berbagai media modern, apa yang ditulis tersebut termasuk bagian dari ucapannya yang akan dihisab oleh Allah.

Media sosial mungkin hanya membutuhkan beberapa detik untuk membuat sebuah tulisan.

Tetapi akibatnya bisa jauh lebih panjang.

Satu tulisan bisa dibaca ratusan orang.

Bisa disebarkan ribuan kali.

Bahkan bisa terus beredar ketika penulisnya sudah tidak mengingatnya lagi.

Karena itu, seorang muslim tidak boleh menganggap remeh apa yang keluar dari jarinya.

Allah Mengetahui Semuanya

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

“Tidak ada suatu kata pun yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat.” (QS. Qaf: 18)

Ayat ini awalnya berbicara tentang ucapan yang keluar dari lisan. Namun, nasihatnya juga sangat relevan untuk tulisan yang kita buat.

Sebab, tulisan pada hakikatnya adalah cara seseorang menyampaikan apa yang ada dalam pikirannya.

Mungkin manusia tidak mengetahui siapa yang menulis.

Mungkin menggunakan nama samaran.

Mungkin menggunakan akun anonim.

Tetapi tidak ada yang tersembunyi dari Allah.

Jangan Merasa Aman Karena Anonim

Ada orang yang berani menulis sesuatu karena merasa identitasnya tidak diketahui.

Ia menghina.

Ia mencela.

Ia menyebarkan tuduhan.

Ia menyebarkan berita yang belum jelas.

Ia menulis sesuatu yang tidak berani ia ucapkan secara langsung.

Ia mungkin berhasil bersembunyi dari manusia.

Tetapi tidak mungkin bersembunyi dari Allah.

Nama samaran tidak menghapus catatan amal.

Akun anonim tidak membuat tulisan menjadi anonim di sisi Allah.

Allah mengetahui siapa yang menulis, apa yang ditulis, mengapa ia menulisnya, dan kepada siapa tulisan tersebut sampai.

Tulisan Bisa Menjadi Pahala

Namun, jangan berpikir bahwa tulisan hanya membawa ancaman.

Tulisan juga bisa menjadi ladang pahala yang besar.

Satu ayat yang kita tulis mungkin membuat seseorang kembali membaca Al-Qur’an.

Satu hadis yang kita bagikan mungkin menjadi sebab seseorang mengenal sunnah.

Satu nasihat mungkin membuat seseorang meninggalkan maksiat.

Satu kalimat yang menguatkan hati mungkin menjadi sebab seseorang bersabar dalam menghadapi ujian.

Karena itu, gunakanlah tulisan untuk sesuatu yang bermanfaat.

Jika tidak mampu menulis kebaikan, setidaknya jangan menulis keburukan.

Bayangkan Tulisanmu Dibuka Kembali

Suatu hari nanti, seluruh catatan amal akan dibuka.

Tulisan yang sudah kita lupakan mungkin masih ada dalam catatan.

Komentar yang kita anggap bercanda mungkin akan diperlihatkan.

Unggahan yang pernah kita buat mungkin akan menjadi saksi.

Pada hari itu, kita tidak lagi bisa menghapusnya.

Kita tidak bisa mengatakan, “Saya hanya bercanda.”

Kita tidak bisa berkata, “Saya tidak menyangka akan tersebar.”

Kita tidak bisa mengedit catatan amal.

Karena itu, sebelum jari mengetik, berhentilah sejenak.

Tanyakan kepada diri sendiri: apakah tulisan ini akan membuatku bahagia jika diperlihatkan di hadapan Allah?

BACA JUGA:  Orang yang Paling Banyak Hisabnya

Gunakan Jari untuk Kebaikan

Saudaraku, media modern hanyalah sarana.

Ia bisa menjadi jalan menuju pahala.

Ia juga bisa menjadi jalan menuju dosa.

Maka, jangan biarkan jari kita menjadi sebab datangnya penyesalan di akhirat.

Tulislah sesuatu yang baik.

Bagikan sesuatu yang bermanfaat.

Hindari dusta, fitnah, celaan, ghibah, dan perkataan yang tidak perlu.

Ingatlah selalu:

Tulisanmu mungkin hilang dari layar manusia, tetapi tidak akan hilang dari catatan amal.

Dan kelak, kita akan melihat sendiri apa yang telah kita tulis dan apa yang telah kita kirimkan kepada manusia.

Semoga Allah menjaga lisan dan tulisan kita, serta menjadikan setiap huruf yang kita tulis sebagai pemberat timbangan kebaikan pada hari kiamat.

Sumber: Syaikh Abdurrozzaq bin Abdul Muhsin al-Badr hafizhahullah; QS. Qaf: 18.

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119