Bagaimana jika seorang muslim takut mati? Apakah itu diperbolehkan?
Jika belum merasa siap menghadap Allah, takutlah pada mati. Adapun tentang akan datangnya mati harus diyakini sebagai hak (kebenaran) dan tidak takut menghadapinya bila saatnya tiba.
Karena, dengan cara apapun, di mana pun, serta kapan pun maut pasti akan datang. Kematian adalah permulaan hidup kedua.
Maka, ketika rasa takut itu datang mungkin diri kita sedang merasa lemah di hadapan Allah. Sebab, amal-amal yang kita lakukan selama ini belum cukup untuk dipertanggungjawabkan kepada-Nya.
BACA JUGA: Kematian, Hari di Mana Segala Sesuatunya Terputus
Akan tetapi, jangan biarkan rasa takut itu menguasai diri kita. Sebab, kenikmatan seorang muslim ialah ingin segera bertemu langsung dengan Tuhan-Nya.
Oleh sebab itulah, marilah kita sama-sama membenahi diri kita. Siapkan diri untuk menjemput panggilan kembali pada-Nya. Terapkan rasa selalu kurang dalam beribadah, sebab itulah yang membuat kita bersemangat untuk selalu beribadah.
Takut mati?
Wajar.
Karena hati tahu: kematian bukan akhir…
Tapi awal dari kehidupan yang sesungguhnya.
Takut mati bukan berarti lemah.
Mungkin itu tanda:
Kita belum siap…
Belum cukup bekal.
Belum benar-benar kenal Allah.
BACA JUGA: Kematian Seorang Muslim
Kalau takut mati bikin kita lebih sering sujud,
Lebih tulus istighfar,
Lebih rajin beramal…
Maka itu bukan ketakutan,
Tapi hidayah.
Karena mati pasti datang.
Dan sebaik-baik orang…
Adalah yang paling siap menemuinya. []
Refensi: Anda Bertanya Islam Menjawab/Karya: Prof. Dr. M. Mutawalli asy-Sya’rawi/Penerbit: Gema Insani
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

