Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan bahwa seseorang bertanya kepada Rasulullah ﷺ:
“Kapan hari Kiamat terjadi, wahai Rasulullah?”
Rasulullah ﷺ tidak langsung menjawab pertanyaan tersebut. Beliau justru bertanya:
“Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?”
Orang itu menjawab:
“Aku tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi hari tersebut dengan banyak shalat, puasa, dan sedekah. Namun, yang aku persiapkan adalah kecintaanku kepada Allah dan Rasul-Nya.”
BACA JUGA: Hadist: Tiga Jalan untuk Merasakan Lezatnya Iman
Rasulullah ﷺ kemudian bersabda:
“Engkau akan bersama orang yang engkau cintai.” (HR. Bukhari no. 6171)
Hadis ini membawa kabar yang sangat menggembirakan bagi orang-orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya ﷺ.
Cinta bukan sekadar perasaan yang tersimpan di dalam hati. Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya harus melahirkan ketaatan, mengikuti sunnah, mencintai apa yang Allah cintai, dan menjauhi apa yang Allah benci.
Namun, hadis ini juga menunjukkan betapa besar pengaruh cinta terhadap kehidupan akhirat.
Seseorang mungkin merasa amalnya sedikit. Ia mungkin merasa belum mampu beribadah sebanyak orang-orang saleh. Tetapi jangan pernah meremehkan cinta kepada orang-orang yang dicintai Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Engkau akan bersama orang yang engkau cintai.”
Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa kaum Muslimin tidak pernah merasa lebih bahagia setelah masuk Islam daripada mendengar sabda Rasulullah ﷺ tersebut. Ia juga berkata:
“Aku mencintai Allah, Rasul-Nya, Abu Bakar, dan Umar. Aku berharap dapat bersama mereka karena kecintaanku kepada mereka, meskipun aku tidak mampu beramal seperti amal mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Maka, jangan bersedih ketika melihat diri kita belum mampu seperti orang-orang saleh.
Teruslah mencintai mereka.
Cintailah Rasulullah ﷺ.
Cintailah para sahabat.
Cintailah para ulama dan orang-orang yang istiqamah dalam ketaatan.
Namun, cinta tersebut harus dibuktikan dengan mengikuti jalan mereka.
Jangan hanya mengaku mencintai Rasulullah ﷺ, tetapi meninggalkan sunnahnya.
Jangan mengaku mencintai orang-orang saleh, tetapi tidak menyukai amal yang mereka kerjakan.
BACA JUGA: Hadist: Hak Jalan yang Sering Dilupakan
Cinta yang benar akan mendorong seseorang untuk meniru dan mengikuti yang dicintainya.
Karena itu, ketika hati merasa lemah, ingatlah janji Rasulullah ﷺ:
“Engkau akan bersama orang yang engkau cintai.”
Semoga kita termasuk orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya ﷺ dengan cinta yang benar.
Semoga Allah mengumpulkan kita kelak bersama Rasulullah ﷺ, para nabi, para sahabat, dan orang-orang saleh yang kita cintai.
Jangan berhenti mencintai kebaikan. Jangan berhenti mengikuti kebenaran.
Sebab, siapa yang mencintai suatu kaum, ia akan berharap untuk dikumpulkan bersama mereka.
Dan sungguh, tidak ada pertemuan yang lebih indah daripada pertemuan di surga bersama orang-orang yang kita cintai. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

