Dalam kehidupan ini, seseorang sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan teman-teman yang ia pilih. Tidak sedikit kegelisahan hati muncul bukan karena kurangnya nikmat, melainkan karena terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain. Karena itulah para ulama salaf memberikan nasihat berharga agar kita pandai memilih lingkungan pergaulan.
Seorang ulama besar, Abdullah bin Al-Mubarak rahimahullah, pernah berkata:
لِيَكُنْ مَجْلِسُكَ مَعَ الْمَسَاكِينِ
“Hendaknya teman dudukmu adalah orang-orang miskin.” (Siyar A’lām An-Nubalā’, 8/353)
BACA JUGA: Temanmu Nanti: Amal Saleh yang Akan Menemanimu di Alam Kubur
Nasihat ini bukan berarti Islam melarang berteman dengan orang kaya. Rasulullah ﷺ sendiri memiliki sahabat yang kaya raya, seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq, Utsman bin Affan, dan Abdurrahman bin Auf radhiyallahu ‘anhum. Yang dimaksud adalah anjuran agar kita tidak hanya mencari lingkungan yang dipenuhi kemewahan, karena hal itu sering kali menumbuhkan rasa iri, persaingan dunia, dan ketidakpuasan terhadap nikmat Allah.
Makna yang lebih dalam dijelaskan oleh Abdullah bin Aun rahimahullah. Beliau berkata:
صَحِبْتُ الْأَغْنِيَاءَ، فَلَمْ يَكُنْ أَحَدٌ أَطْوَلَ هَمًّا مِنِّي، إِنْ رَأَيْتُ أَحَدًا أَحْسَنَ ثِيَابًا مِنِّي وَأَطْيَبَ رِيحًا مِنِّي، وَصَحِبْتُ الْفُقَرَاءَ فَاسْتَرَحْتُ
“Aku pernah bergaul dengan orang-orang kaya. Saat itu tidak ada seorang pun yang lebih panjang kesedihannya dariku. Sebab setiap kali melihat seseorang yang pakaiannya lebih bagus dariku atau aromanya lebih harum dariku, aku merasa gelisah. Namun ketika aku berteman dengan orang-orang fakir, hidupku menjadi lebih tenteram dan tenang.” (Shifat Ash-Shafwah, 2/52)
Ucapan ini menggambarkan bagaimana hati manusia mudah terpengaruh oleh lingkungan. Jika setiap hari yang dilihat adalah kemewahan, maka keinginan dunia akan terus bertambah. Selalu ada rumah yang lebih megah, kendaraan yang lebih mahal, pakaian yang lebih indah, dan gaya hidup yang lebih mewah. Akibatnya, hati menjadi sibuk mengejar dunia dan sulit merasakan syukur.
Sebaliknya, bergaul dengan orang-orang yang sederhana sering kali membuat hati lebih mudah bersyukur. Kita melihat bahwa nikmat Allah begitu banyak, meskipun harta tidak melimpah. Kesederhanaan mengajarkan qana’ah, yaitu merasa cukup dengan rezeki yang Allah berikan.
BACA JUGA: Setan Selalu Menakut-nakuti dengan Kemiskinan, Agar Kita Enggan Bersedekah
Rasulullah ﷺ juga mengajarkan agar dalam urusan dunia kita melihat kepada orang yang berada di bawah kita, bukan kepada mereka yang berada di atas. Dengan demikian, kita akan lebih mudah menghargai nikmat Allah dan terhindar dari sikap meremehkan karunia yang telah diberikan kepada kita.
Karena itu, pilihlah teman yang mengingatkan kita kepada Allah, bukan hanya kepada kemewahan dunia. Berteman dengan orang-orang yang sederhana, rendah hati, dan dekat dengan Allah akan membantu menjaga hati tetap bersih, menumbuhkan rasa syukur, serta menghadirkan ketenangan yang tidak bisa dibeli dengan harta sebanyak apa pun. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

