Home IbadahApakah Nabi ﷺ Membaca Surah Al-Fatihah Setelah Shalat Fardu?

Apakah Nabi ﷺ Membaca Surah Al-Fatihah Setelah Shalat Fardu?

Seorang muslim hendaknya merasa cukup dengan tuntunan yang telah diajarkan Rasulullah ﷺ. Sunnah beliau adalah jalan terbaik menuju ridha Allah.

by Abu Umar
0 comments 5 views

Di tengah masyarakat, terkadang kita menjumpai sebagian kaum muslimin yang memiliki kebiasaan membaca Surah Al-Fatihah setiap selesai melaksanakan shalat fardu. Sebagian beranggapan bahwa Al-Fatihah adalah doa yang penuh keberkahan sehingga layak dibaca setelah shalat. Namun, benarkah amalan tersebut diajarkan oleh Rasulullah ﷺ?

Dalam ibadah, seorang muslim diperintahkan untuk mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ, bukan sekadar berdasarkan anggapan baik. Sebab, kaidah yang telah disepakati para ulama menyatakan bahwa hukum asal ibadah adalah terlarang hingga ada dalil yang mensyariatkannya. Oleh karena itu, setiap bentuk ibadah harus memiliki landasan yang sahih dari Al-Qur’an maupun As-Sunnah.

Jika kita meneliti hadits-hadits yang sahih, tidak ditemukan riwayat yang menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ membaca Surah Al-Fatihah setelah shalat lima waktu. Surah Al-Fatihah memang merupakan rukun shalat yang dibaca pada setiap rakaat ketika shalat berlangsung, namun tidak ada dalil yang menjelaskan bahwa beliau membacanya lagi setelah salam.

BACA JUGA: Bolehkah Mengucapkan Alhamdulillah saat Bersin dalam Shalat?

Justru yang diajarkan oleh Nabi ﷺ setelah shalat fardu adalah memperbanyak dzikir dan membaca beberapa ayat serta surah tertentu. Di antaranya adalah membaca Ayat Kursi, Surah Al-Ikhlas, Surah Al-Falaq, dan Surah An-Nas. Banyak hadits sahih yang menganjurkan amalan-amalan tersebut sebagai bagian dari dzikir setelah shalat.

Demikian pula, tidak terdapat riwayat yang sahih dari para sahabat radhiyallahu ‘anhum yang menunjukkan bahwa mereka membiasakan membaca Surah Al-Fatihah setelah selesai shalat. Padahal, para sahabat adalah generasi yang paling memahami dan paling semangat mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ.

Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafizhahullah pernah ditanya mengenai kebiasaan sebagian jamaah yang membaca Surah Al-Fatihah setelah shalat dengan alasan sebagai doa dan sumber keberkahan. Beliau menjawab bahwa beliau tidak mengetahui adanya dalil dari sunnah Nabi ﷺ yang mensyariatkan amalan tersebut.

BACA JUGA: Shalat Tahajjud di Awal Malam, Bolehkah?

Beliau menjelaskan bahwa yang memiliki landasan dari sunnah adalah membaca Ayat Kursi, Qul Huwallāhu Aḥad, Qul A‘ūdzu birabbil-falaq, dan Qul A‘ūdzu birabbin-nās setelah shalat lima waktu. Adapun membaca Surah Al-Fatihah setelah shalat, tidak terdapat dalil yang menunjukkan pensyariatannya.

Syaikh Al-Fauzan juga mengingatkan bahwa bacaan-bacaan tersebut tidak dilakukan secara berjamaah dengan suara keras. Yang sesuai sunnah adalah setiap orang membacanya sendiri-sendiri dengan suara pelan yang dapat didengar oleh dirinya sendiri.

Seorang muslim hendaknya merasa cukup dengan tuntunan yang telah diajarkan Rasulullah ﷺ. Sunnah beliau adalah jalan terbaik menuju ridha Allah. Apa yang beliau contohkan kita amalkan, dan apa yang tidak beliau ajarkan hendaknya kita tinggalkan, meskipun menurut akal tampak baik. Dengan demikian, ibadah kita akan semakin sesuai dengan petunjuk Nabi ﷺ dan lebih besar harapan untuk diterima di sisi Allah Ta’ala. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119