Di tengah masyarakat kita, berkembang anggapan bahwa ketika melaksanakan shalat dhuha dianjurkan membaca dua surat tertentu, yaitu Surat Asy-Syams pada rakaat pertama dan Surat Ad-Dhuha pada rakaat kedua. Bahkan sebagian orang berdalil dengan sebuah riwayat yang berbunyi:
“Shalatlah dua rakaat dhuha dengan membaca dua surat dhuha, yaitu surat Was syamsi wa dhuhaaha dan surat Adh-Dhuha.”
Dan disebutkan pula tambahan: “Barangsiapa mengamalkannya maka akan diampuni.”
Riwayat ini disebutkan oleh Ar-Ruyani dalam Musnad-nya dan oleh Ad-Dailami (2:242) melalui jalur Musyaji’ bin Amr. Al-Hafidz Ibn Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari turut menyinggung kisah ini tanpa memberikan penilaian langsung, dan hanya menyebutkan bahwa isi bacaan tersebut memiliki kesesuaian makna dengan shalat dhuha.
BACA JUGA: Shalat Dhuha Nabi
Status Hadis: Lemah Bahkan Palsu
Namun setelah diteliti, para ulama hadits menegaskan bahwa riwayat tersebut palsu.
Syaikh Al-Albani rahimahullah berkata: “Hadis ini palsu. Cacatnya terletak pada Musyaji’ bin Amr.”
Ibn Ma’in mengatakan, “Yang saya tahu, dia adalah seorang pendusta.” (Silsilah Ahadits Adh-Dhaifah wal Maudhu’ah no. 3774)
Demikian pula Al-Munawi dalam Faidhul Qadir melemahkannya karena terdapat perawi bernama Musyaji’ bin Amr. Imam Adz-Dzahabi dalam Adh-Dhu’afa’ menukil perkataan Ibn Hibban tentang perawi ini: “Ia memalsukan hadis dari Ibn Lahi’ah, dan ia sangat lemah.” (Faidlul Qodir 4/201)
Kesimpulan Para Ulama
Dari penjelasan para ahli hadis tersebut dapat dipastikan bahwa tidak ada anjuran khusus membaca surat tertentu dalam shalat dhuha. Dengan demikian, tidak benar membatasi bahwa shalat dhuha seharusnya hanya dilakukan dengan membaca Asy-Syams dan Ad-Dhuha, baik pada rakaat pertama dan kedua maupun dalam doa setelahnya.
Ulama salaf memiliki kaidah penting: “Mengkhususkan suatu ibadah tanpa dalil berarti membuat syariat baru.”
Islam Tidak Memberatkan
Dalam Islam, kita diperintahkan beribadah sesuai kemampuan tanpa dibebani ritual yang tidak ditetapkan syariat. Karena itu, kita bebas membaca surat apa saja setelah Al-Fatihah sesuai kemampuan.
Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah pernah ditanya tentang bacaan tertentu dalam shalat dhuha. Beliau menjawab:
“Yang sesuai sunnah adalah membaca surat yang mudah bagimu setelah membaca Al-Fatihah. Tidak ada batasan khusus. Jika engkau membaca Asy-Syams, Al-Lail, Ad-Dhuha, Al-Insyirah, atau surat lainnya setelah Al-Fatihah, maka itu adalah baik.” (Majmu’ Fatawa Ibn Baz 11)
BACA JUGA: Shalat Dhuha Nabi, Seperti Apa dan Kapan?
Bolehkah Membaca Asy-Syams dan Ad-Dhuha?
Tentu boleh. Tidak ada larangan sama sekali. Namun jangan menganggapnya sebagai anjuran khusus atau sunnah tertentu. Jika belum hafal, boleh membaca surat lain; jika ingin membacanya karena cinta pada makna dan keutamaannya, itu tidak mengapa.
Penutup
Shalat dhuha adalah amalan mulia yang mengandung banyak keutamaan. Tetapi kita harus berhati-hati dalam menetapkan tata caranya agar tidak berada pada perkara yang tidak berdasar. Ibadah terbaik adalah yang mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ, bukan mengikuti kebiasaan tanpa ilmu.
Imam Malik rahimahullah berkata: “Barang siapa membuat-buat dalam Islam suatu perkara yang ia anggap baik, maka sungguh ia telah menuduh Muhammad ﷺ mengkhianati risalah.”
Semoga Allah memberi kita ilmu yang bermanfaat dan kemampuan beramal sesuai tuntunan Nabi ﷺ. Aamiin. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

