Home IbadahShalat Isyraq: Waktu, Keutamaan, dan Hukumnya

Shalat Isyraq: Waktu, Keutamaan, dan Hukumnya

Shalat Isyraq juga termasuk dalam shalat Dhuha karena waktu keduanya beririsan. Waktu shalat Dhuha dimulai ketika matahari telah meninggi hingga menjelang zawal, yaitu sebelum masuk waktu Zuhur.

by Abu Umar
0 comments 4 views

Shalat Isyraq merupakan salah satu ibadah sunah yang dapat dikerjakan pada pagi hari, setelah matahari terbit dan meninggi. Ibadah ini sering dikaitkan dengan shalat Dhuha karena keduanya memiliki waktu pelaksanaan yang beririsan. Lantas, apa sebenarnya shalat Isyraq dan bagaimana keutamaannya?

Apa Itu Shalat Isyraq?

Shalat Isyraq adalah shalat sunah dua rakaat yang dikerjakan setelah matahari terbit dan meninggi. Dalam penjelasan sejumlah ulama, shalat ini dikaitkan dengan amalan seseorang yang melaksanakan shalat Subuh berjamaah, kemudian duduk di tempat shalatnya untuk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit dan meninggi.

Setelah itu, ia mengerjakan shalat dua rakaat. Waktu pelaksanaannya dimulai ketika matahari telah naik, sekitar 15 hingga 20 menit setelah terbit, bergantung pada keadaan dan perhitungan waktu setempat.

BACA JUGA: Saat Shalat: Memutus Belenggu Dunia dan Mengagungkan Allah

Keutamaan Shalat Isyraq

Terdapat hadis yang menjelaskan keutamaan shalat Isyraq. Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa melaksanakan shalat Subuh secara berjamaah, kemudian duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lalu mengerjakan shalat dua rakaat, maka baginya pahala seperti pahala haji dan umrah, sempurna, sempurna, sempurna.” (HR. Tirmidzi no. 586, dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu).

Namun, para ulama berbeda pendapat mengenai derajat hadis ini. Sebagian menilainya lemah, sementara sebagian lainnya menilainya hasan karena adanya jalur-jalur periwayatan yang saling menguatkan. Syekh Al-Albani rahimahullah termasuk ulama yang menilainya hasan dalam Shahih Sunan at-Tirmidzi.

Syekh Ibn Baz rahimahullah juga menjelaskan bahwa hadis tersebut memiliki sejumlah sanad yang baik sehingga dapat dinilai hasan karena adanya penguat. Beliau menyebutkan bahwa shalat ini dianjurkan setelah matahari naik setinggi tombak, yakni sekitar 15 atau 20 menit setelah terbit. (Fatawa asy-Syaikh Ibn Baz, 25/171).

BACA JUGA: Khusyuk, Ruh dari Shalat

Apakah Shalat Isyraq Wajib?

Shalat Isyraq hukumnya sunah, bukan wajib. Seorang Muslim yang mengerjakannya akan memperoleh pahala, sedangkan yang tidak mengerjakannya tidak berdosa.

Shalat Isyraq juga termasuk dalam shalat Dhuha karena waktu keduanya beririsan. Waktu shalat Dhuha dimulai ketika matahari telah meninggi hingga menjelang zawal, yaitu sebelum masuk waktu Zuhur.

Dengan demikian, shalat Isyraq dapat menjadi kesempatan bagi seorang Muslim untuk mengawali pagi dengan zikir dan ibadah. Meski demikian, jangan sampai seseorang menganggapnya sebagai kewajiban atau meremehkan ibadah sunah lainnya.

Semoga Allah memberi kita kemudahan untuk menjaga shalat wajib dan memperbanyak amal sunah dengan ikhlas serta mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ.

Wallahu a’lam. []

SUMBER: ISLAMQA

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119