Home IbadahShalat Tahajjud di Awal Malam, Bolehkah?

Shalat Tahajjud di Awal Malam, Bolehkah?

Lebih baik melaksanakan tahajjud di awal malam setelah tidur sejenak daripada tidak mengerjakannya sama sekali.

by Abu Umar
0 comments 4 views

Banyak orang beranggapan bahwa shalat tahajjud hanya boleh dilakukan pada sepertiga malam terakhir. Padahal, tidak sedikit kaum muslimin yang khawatir tidak mampu bangun menjelang fajar karena kelelahan, pekerjaan, atau kondisi fisik tertentu. Lalu, bolehkah shalat tahajjud dikerjakan di awal malam setelah tidur?

Secara bahasa, tahajjud berasal dari kata hajada, yaitu tidur. Sedangkan tahajjada berarti bangun dari tidur untuk beribadah. Karena itu, para ulama menjelaskan bahwa shalat tahajjud adalah shalat malam yang dilakukan setelah seseorang sempat tidur, meskipun tidurnya hanya sebentar.

BACA JUGA:  Betapa Tahajjud Itu 

Allah Ta’ala berfirman:

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا

“Dan pada sebagian malam, bertahajjudlah engkau sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Rabbmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’: 79)

Ayat ini menunjukkan keutamaan shalat tahajjud, namun tidak menentukan bahwa ia hanya boleh dilakukan pada waktu tertentu di malam hari.

Rasulullah ﷺ juga memberikan bimbingan bagi orang yang khawatir tidak dapat bangun di akhir malam. Beliau bersabda:

مَنْ خَافَ أَنْ لَا يَقُومَ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ فَلْيُوتِرْ أَوَّلَهُ، وَمَنْ طَمِعَ أَنْ يَقُومَ آخِرَهُ فَلْيُوتِرْ آخِرَ اللَّيْلِ، فَإِنَّ صَلَاةَ آخِرِ اللَّيْلِ مَشْهُودَةٌ، وَذَلِكَ أَفْضَلُ

“Barang siapa khawatir tidak dapat bangun pada akhir malam, hendaklah ia berwitir di awal malam. Dan barang siapa yakin dapat bangun pada akhir malam, hendaklah ia berwitir pada akhir malam. Sesungguhnya shalat pada akhir malam disaksikan (para malaikat), dan itulah yang lebih utama.” (HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa beribadah di awal malam tetap dibolehkan, bahkan dianjurkan bagi orang yang memiliki uzur atau khawatir tertidur hingga Subuh. Yang paling utama memang adalah sepertiga malam terakhir karena saat itu Allah Ta’ala turun ke langit dunia dengan cara yang sesuai dengan keagungan-Nya, lalu mengabulkan doa hamba-hamba-Nya.

Namun, keutamaan tidak berarti kewajiban. Jangan sampai seseorang meninggalkan shalat malam sama sekali hanya karena merasa tidak mampu bangun pada akhir malam. Lebih baik melaksanakan tahajjud di awal malam setelah tidur sejenak daripada tidak mengerjakannya sama sekali.

BACA JUGA:  Waktu Terbaik untuk Shalat Tahajjud

Para ulama juga menjelaskan bahwa apabila seseorang telah shalat malam dan witir di awal malam, kemudian Allah memudahkannya bangun lagi menjelang Subuh, ia boleh menambah shalat sunnah dua rakaat-dua rakaat tanpa mengulangi witir. Sebab Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidak ada dua witir dalam satu malam.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

Karena itu, jangan jadikan rasa takut terlambat bangun sebagai alasan meninggalkan tahajjud. Jika kondisi mengharuskan, tidurlah lebih awal, bangun beberapa menit setelahnya, lalu tunaikan shalat tahajjud. Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan memberi kemudahan untuk terus menghidupkan malam dengan dzikir, doa, dan shalat yang penuh keikhlasan. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119